Dari Arcade ke Smartphone, Perjalanan Panjang Dunia Gim

  • 30 Sep 2026 07:15 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Bermain gim kini bisa dilakukan hanya dengan beberapa sentuhan di layar ponsel. Kondisi tersebut terasa sangat berbeda jika dibandingkan dengan masa ketika permainan elektronik identik dengan mesin arcade berukuran besar. Dahulu, pemain harus datang ke tempat tertentu untuk memainkan gim dan memasukkan koin sebelum pertandingan dimulai. Perjalanan panjang teknologi tersebut kemudian membawa gim dari ruang arcade hingga masuk ke dalam smartphone yang berada di tangan pengguna setiap hari. Perubahan tersebut menjadi bagian dari perkembangan industri gim modern, Senin, 28 September 2026.

Salah satu tonggak penting dalam sejarah tersebut adalah hadirnya Pong yang diperkenalkan Atari sebagai gim arcade pada 1972. Permainan tersebut mensimulasikan tenis meja dalam tampilan dua dimensi dan kemudian dikembangkan untuk dimainkan di rumah menggunakan televisi. Versi rumahan Pong mulai didistribusikan melalui Sears pada 1975 sehingga permainan elektronik perlahan tidak lagi terbatas pada mesin arcade. Seorang penggemar gim di Palangka Raya, Dimas Pratama, mengatakan perkembangan teknologi membuat pengalaman bermain menjadi jauh lebih praktis. “Kalau dulu harus datang ke tempat arcade dan menyiapkan koin, sekarang cukup buka smartphone sudah bisa langsung bermain,” ujarnya.

Pada masa arcade, pengalaman bermain juga menjadi bagian dari aktivitas sosial karena pemain harus datang ke lokasi tertentu. Mesin arcade dapat ditemukan di berbagai tempat seperti pusat perbelanjaan, arena bowling, restoran, maupun tempat hiburan lainnya. Popularitas gim seperti Pong membuat mesin permainan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Menurut pengelola tempat gim di Palangka Raya, Arif Setiawan, suasana bermain pada era arcade memiliki pengalaman sosial yang berbeda dengan permainan melalui smartphone. “Kalau bermain di arcade, kita bisa bertemu langsung dengan pemain lain dan suasananya lebih ramai. Sekarang bermain di smartphone memang lebih praktis karena bisa dilakukan kapan saja,” katanya.

Perubahan berikutnya terjadi ketika komputer pribadi dan konsol rumah semakin berkembang. Nintendo Entertainment System yang diluncurkan pada 1985 membantu membuat permainan video semakin diterima sebagai bagian dari hiburan rumah tangga. Kehadiran konsol tersebut ikut memperkuat posisi gim video dalam kehidupan masyarakat arus utama. Dari sini, perangkat permainan terus berkembang menjadi semakin kecil, praktis, dan mudah digunakan.

Memasuki era smartphone, permainan mendapatkan ruang baru yang jauh lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kehadiran App Store pada 2008 memungkinkan pengguna iPhone dan iPod touch mengunduh berbagai aplikasi, termasuk gim, langsung melalui perangkat mereka. Apple mencatat lebih dari 10 juta aplikasi telah diunduh hanya dalam tiga hari pertama setelah Apps Store diluncurkan. Perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana perangkat mobile mulai menjadi salah satu tempat baru untuk mengakses berbagai bentuk hiburan digital.

Dari mesin arcade yang berdiri di tempat umum hingga gim yang berada di dalam smartphone, perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana teknologi mengubah cara manusia bermain. Jika dahulu bermain gim membutuhkan mesin khusus dan lokasi tertentu, kini sebuah ponsel dapat menjadi perangkat permainan yang selalu tersedia. Perubahan itu bukan hanya soal ukuran perangkat, tetapi juga tentang bagaimana gim semakin menyatu dengan aktivitas sehari-hari. Arcade tetap menjadi bagian penting dari sejarah video game, sementara smartphone membawa pengalaman bermain ke ruang yang lebih personal dan fleksibel.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....