Inovasi Cairan Shabodama, Terobosan Personel Polda Kalteng Atasi Karhutla

  • 04 Sep 2026 10:34 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah rawan gambut terus mengalirkan inovasi baru. Kali ini inovasi berupa hasil riset terkait penggunaan cairan khusus pemadam api yang dicampurkan dengan air.

Cairan khusus pemadam api tersebut dinamai Shabodama dan dikembangkan oleh AKBP Dr. Edia Sutaata, S.H., M.H. yang merupakan personel Polda Kalimantan Tengah (Kalteng). AKBP Edia Sutaata yang kesehariannya berdinas sebagai Kabagwassidik Ditreskrimsus Polda Kalteng itu, mengembangkan cairan pemadam yang berasal dari Jepang dan terbukti efektif memadamkan api di lahan gambut. Inovasi ini dikembangkan bersama Universitas Palangka Raya.

AKBP Edia Sutaata menyampaikan bahwa inovasi ini terbukti sangat efektif untuk menjinakkan api, khususnya di medan berat seperti lahan gambut dan tanah mineral. Ini adalah solusi taktis bagi penanggulangan karhutla di wilayah Kalteng.

"Berdasarkan uji coba lapangan dan riset akademik yang telah ditempuh sejak tahun 2019, cairan ini memiliki sejumlah keunggulan komparatif dibandingkan metode konvensional," kata AKBP Edia Sutaata bersama tim peneliti lingkungan saat melakukan peninjauan di lokasi lahan pasca-terbakar, Rabu, 2 September 2026.

Ia memaparkan bahwa keunggulan dari formula ini adalah ramah lingkungan, cepat meresap, dan hemat air di musim kemarau.

"Ini adalah solusi taktis bagi penanggulangan karhutla di lahan gambut. 2.000 liter air bersih dicampur dengan 2 liter cairan Shabodama sudah mampu menghasilkan daya padam yang masif dan cepat," kata Edia.

Edia menambahkan bahwa penerapan cairan ramah lingkungan ini bukan hal baru. Sejak tahun 2015 hingga kini, riset dan implementasi lapangan telah masif dilakukan di berbagai wilayah Kalimantan Tengah, seperti Kabupaten Pulang Pisau pada saat AKBP Dr Edia menjabat Waka Polres Pulpis, Kota Palangka Raya, Sampit, hingga Pangkalan Bun.

"Efektivitas metode ini bahkan telah dikirim dan diuji coba untuk penanggulangan karhutla di Provinsi Riau," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....