Awas Ketipu QR Code Palsu, Ini Trik Ilmiah Bertransaksi Aman
- 31 Jul 2026 18:56 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Penggunaan Quick Response Code alias QR Code kini makin menjamur dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari bayar belanjaan via QRIS, cek menu kafe, daftar acara, hingga akses situs web, semua serba praktis tinggal scan.
Namun di balik kepraktisannya, celah keamanan digital ini kerap diintai kejahatan siber. Pasalnya, struktur visual QR Code tidak bisa dibaca oleh mata telanjang, sehingga pengguna baru mengetahui tujuannya setelah kode tersebut dipindai.
Pelaku kejahatan kerap menempelkan stiker QR Code palsu di atas kode asli di tempat umum, atau menyebarkannya lewat pesan berantai dari nomor tak dikenal. Jika tidak teliti, pengguna bisa mengklik tautan berbahaya (phishing) yang menguras rekening atau mencuri data pribadi.
Ancaman kejahatan berbasis kode QR atau yang dikenal sebagai quishing (QR code phishing) ini dibedakan secara mendalam lewat riset keamanan siber dari IEEE Access (2020). Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa lebih dari 60% pengguna smartphone tidak memeriksa ulang URL tautan setelah memindai QR Code, sehingga sangat rentan terjebak dalam perangkap social engineering. Manipulasi stiker fisik maupun QR Code digital terbukti menjadi salah satu metode terluas untuk mengarahkan korban ke situs web tiruan (cloned phishing site).
Dikuatkan pula oleh studi dari Computers & Security (2022) mengenai perilaku pengguna teknologi finansial, sebagian besar kegagalan deteksi bahaya dipicu oleh kecenderungan blind trust (kepercayaan buta) pengguna terhadap kemudahan teknologi. Peneliti menekankan pentingnya memanfaatkan fitur link preview pada kamera ponsel atau aplikasi pemindai guna memvalidasi domain situs resmi sebelum memasukkan kredensial data atau melakukan transaksi keuangan.
Untuk itu, sebelum melakukan scan, pastikan fisik stiker QR Code tidak ditimpa stiker lain. Setelah dipindai, selalu periksa alamat situs web yang muncul di layar HP Anda.
Langkah pencegahan sederhana ini sangat krusial agar Anda bisa menikmati kemudahan transaksi digital secara aman tanpa menjadi korban penipuan siber.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....