LAN RI Tetapkan Standar Kompetensi Coaching dan Mentoring Sektor Publik
- 04 Jun 2026 23:07 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID. Palangka Raya – Pimpinan Instansi harus mampu berperan menjadi coach dan mentor serta menjadikan profesi coach dan mentor sebagai bagian dari program pembelajaran yang berbasis dari pemasalahan nyata.
Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) Erna Irawati menjelaskan bahwa saat ini strategi utamanya adalah mengintegrasikan pembelajaran coaching dan mentoring dengan cara mengaktifkan peran pimpinan-pimpinan sebagai coach dan mentoring, "meskipun ada strategi kedua yang tidak hanya terbatas pada pimpinan tetapi juga pegawai lain yang memiliki kepakaran atau kompetensi di bidangnya dan substansi tertentu bisa menjadi coach dan mentor," kata Erna Irawati saat Sosialisasi Coaching dan Mentoring Sektor Publik yang diselenggaran LAN RI pada Kamis, 4 Juni 2026.
“Lembaga Administrasi Negara saat ini sudah menetapkan standar kompetensi dan juga sertifikasi coach dan mentor sektor publik. Kehadiran standar ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa praktek coaching dan mentoring di sektor public dilaksanakan secara professional terukur dan memberikan dampak nyata,” ujarnya.
Erna Irawati menambahkan bahwa tantangan utama adalah mengintegrasikan coach dan mentoring di dalam sistem pengembangan kompetensi pegawai dan memiliki fokus pada penyelesaian dari masalah-masalah yang nyata.
“Jadi sekali lagi ke depan kita tidak hanya membutuhkan ASN yang cerdas, tapi kita membutuhkan ASN yang adaptif, reflektif, dan juga solutif. Coaching dan mentoring adalah kunci untuk memastikan bahwa setiap proses belajar benar benar menjadi suatu perubahan nyata dalam kinerja pelayanan publik, belajar bukan hanya kita menyelesaikan pembelajaran di kelas, tetapi yang hidup dalam praktek kerja sehari-hari dan coaching dan mentoring mendekatkan proses belajar dengan praktek pekerjaan kita sehari-hari,” ucapnya.
Saat ini kita menyadari bahwa pengembangan kompetensi ASN tidak bisa lagi mengandalkan pendekatan yang sifatnya konvensional, tapi membutuhkan suatu pendekatan pembelajaran yang fleksibel dan juga kontekstual bahkan bisa dikatakan personal dan berorientasi pada peningkatan kinerja.
Kebutuhan pengembangan kompetensi semakin hari semakin tinggi, kita harus mereskilling dan mengupskilling kompetensi ASN sehingga kalau kita menggunakan cara-cara yang sifatnya formal menjadi tidak cukup lagi dengan berbagai alasan seperti anggaran, waktu dan lain-lain tetapi khusus pengembangan kompetensi saat ini harus fleksibel dan juga kontekstual disesuaikan dengan kebutuhan dan juga berorientasi pada peningkatan kinerja, disinilah peran coaching dan mentoring menjadi sangat penting.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....