Membangun Kreativitas tanpa Batas di Era Digital

  • 05 Mei 2026 12:41 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kreativitas anak muda di era digital menjadi topik utama dalam program siaran “Muda Kreatif” yang disiarkan Pro 2 RRI Palangka Raya bersama narasumber dosen FISIP Universitas Palangka Raya, Suprayitno. Dalam siaran tersebut dibahas bagaimana generasi muda mampu memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan ide-ide kreatif secara positif dan produktif. Era digital dinilai membuka peluang luas bagi anak muda untuk berkarya melalui berbagai platform media sosial dan digital. Namun, di balik peluang tersebut, terdapat tantangan yang perlu dihadapi dengan bijak oleh generasi muda. Selasa, 5 Mei 2026.

Dalam diskusi tersebut, dijelaskan bahwa membangun kreativitas anak muda di era digital dapat dimulai dari kebiasaan eksplorasi dan keberanian mencoba hal baru. Akses informasi yang begitu luas harus dimanfaatkan sebagai sumber inspirasi, bukan sekadar konsumsi hiburan semata. Anak muda juga didorong untuk aktif dalam komunitas kreatif agar dapat bertukar ide dan pengalaman. Selain itu, konsistensi dalam berkarya menjadi kunci utama agar kreativitas terus berkembang.

Tips agar kreativitas anak muda tetap positif di era digital juga menjadi sorotan penting dalam siaran ini. Suprayitno menekankan pentingnya menyaring konten yang dikonsumsi serta menjaga lingkungan digital yang sehat. “Anak muda harus mampu memilih mana konten yang membangun dan mana yang justru menghambat perkembangan diri mereka,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kreativitas yang diarahkan pada hal positif dapat membuka peluang karier di masa depan.

Lebih lanjut, tantangan yang dihadapi anak muda di era digital tidak bisa dianggap sepele. Mulai dari distraksi media sosial, tekanan tren, hingga kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain menjadi hambatan dalam berkarya. “Tantangan terbesar adalah bagaimana anak muda bisa tetap fokus dan tidak kehilangan jati diri di tengah arus informasi yang sangat cepat,” ujar Suprayitno. Hal ini menuntut adanya kontrol diri dan manajemen waktu yang baik.

Selain itu, literasi digital juga menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan tersebut. Anak muda perlu memahami etika bermedia sosial serta dampak dari setiap konten yang mereka buat maupun konsumsi. Dengan pemahaman yang baik, mereka dapat memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk berkembang, bukan sebaliknya. Peran keluarga dan lingkungan juga dinilai penting dalam membentuk pola pikir kreatif yang sehat.

Melalui program ini, RRI Palangka Raya berharap dapat memberikan wawasan dan motivasi bagi generasi muda untuk terus berkarya tanpa batas. Kreativitas tidak hanya menjadi sarana ekspresi diri, tetapi juga dapat menjadi jalan menuju masa depan yang lebih baik. Dengan memanfaatkan era digital secara bijak, anak muda diharapkan mampu menjadi generasi yang inovatif, produktif, dan berdaya saing tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....