Praktis, Transaksi 'Cashless' Jadi Gaya Hidup Baru
- 16 Apr 2026 02:14 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Perkembangan platform digital telah menggeser kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi menuju metode non-tunai (cashless). Termasuk di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, masyarakat kini lebih nyaman melakukan transaksi finansial kapan saja dan di mana saja tanpa perlu lagi membawa uang tunai.
Sejalan dengan fakta di atas, Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard, sistem pembayaran digital) secara nasional mencapai Rp164,48 triliun pada Januari 2026 dengan volume mencapai 1,83 miliar transaksi. Penggunaan dompet digital (e-wallet) dan perbankan seluler atau Mobile Banking kini terus meningkat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seiring bertambahnya jumlah pengguna yang kini menyentuh angka 59,98 juta orang.
Kemudahan ini secara signifikan mempercepat proses pembayaran, mulai dari sektor ritel hingga layanan publik di berbagai daerah. Bahkan hingga awal tahun ini, jumlah merchant yang telah mengadopsi QRIS mencapai 43,06 juta unit yang didominasi oleh pelaku UMKM.
Pergeseran kebiasaan ini menuntut masyarakat untuk semakin terbiasa menggunakan layanan berbasis teknologi dalam kehidupan mereka sehari-hari. Adaptasi terhadap inovasi digital menjadi bagian penting guna mendukung ekosistem keuangan yang lebih modern, apalagi hidup di kota-kota besar.
Selain di dalam negeri, dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, bi.go.id, pada Kamis, 16 April 2026, BI juga resmi memperluas jangkauan QRIS antarnegara ke Korea Selatan per 1 April 2026 setelah sebelumnya sukses di Singapura, Thailand, Malaysia, dan Jepang. Ekspansi internasional ini memberikan kenyamanan bagi warga negara Indonesia untuk tetap bertransaksi digital saat berada di luar negeri.
Namun, perkembangan ini juga menuntut peningkatan literasi digital agar penggunaan berjalan optimal. Pengguna perlu memahami fitur dan prosedur agar terhindar dari risiko kesalahan transaksi.
Keamanan data menjadi salah satu perhatian utama dalam sistem digital ini. Perlindungan akun, penggunaan kata sandi yang kuat, serta kewaspadaan terhadap penipuan perlu terus ditingkatkan.
Di sisi lain, platform digital juga membantu pencatatan transaksi secara otomatis dan lebih rapi. Hal ini memudahkan dalam memantau pengeluaran serta mengelola keuangan harian secara lebih teratur.
Perkembangan ini menunjukkan pergeseran kebiasaan transaksi ke arah yang lebih modern dan efisien. Pemanfaatan yang tepat membantu menjaga keamanan sekaligus kenyamanan dalam bertransaksi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....