Digital Detox Populer di Kalangan Milenial

  • 29 Jan 2026 23:15 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Fenomena digital detox, yaitu praktik mengurangi penggunaan gadget secara sengaja, kini populer di kalangan milenial. Tujuannya adalah menurunkan tingkat stres, meningkatkan fokus, dan memperbaiki kualitas hidup secara keseluruhan.

Banyak orang mulai menyisihkan waktu tertentu setiap hari untuk tidak memegang smartphone, tablet, atau komputer, dan lebih fokus pada interaksi sosial langsung. Aktivitas ini juga membantu mereka menikmati waktu luang dengan lebih bermakna dan mengurangi ketergantungan pada notifikasi digital.

Psikolog klinis, Dr. Ayu Wulandari, menyebutkan, “Mengurangi ketergantungan pada media digital dapat membantu fokus pada hubungan sosial dan kesehatan mental,” Kamis 29 Januari 2026. Dampak positif dari digital detox termasuk tidur lebih nyenyak, lebih produktif di tempat kerja atau sekolah, dan peningkatan kualitas komunikasi dengan keluarga dan teman.

Digital detox juga memicu tren baru di berbagai komunitas, seperti aktivitas luar ruangan, membaca buku, atau hobi kreatif yang tidak melibatkan layar. Banyak perusahaan dan sekolah kini mendukung program ini untuk membantu karyawan dan siswa mengelola waktu mereka lebih bijak.

Penelitian yang diterbitkan di Journal of Behavioral Health menunjukkan bahwa praktik digital detox secara teratur dapat meningkatkan kualitas tidur, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan kreativitas. Tren ini memperlihatkan bahwa meskipun teknologi semakin dominan, generasi muda tetap mencari keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....