Istilah HSS dan HST dalam Budidaya Hidroponik
- 26 Okt 2024 22:37 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya: Hidroponik adalah metode bercocok tanam yang tidak menggunakan tanah, namun mengandalkan larutan nutrisi yang kaya mineral untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Hidroponik digemari oleh petani profesional maupun masyarakat yang hobi bertanam yang memiliki keterbatasan lahan pertanian.
Dalam budidaya hidroponik, terdapat istilah-istilah pertanian yang perlu dipahami jika ingin memulai bertanam dengan metode hidroponik, salah satu istilahnya adalah HSS dan HST. Berikut penjelasannya:
- HSS (Hari Setelah Semai)
HSS atau Hari Setelah Semai adalah jumlah hari yang dihitung mulai dari benih tanaman disemai dalam media semai dan diberi air hingga berkecambah dalam beberapa hari kemudian. Benih tanaman yang sudah berkecambah atau berdahan sebanyak 4 helai siap dipindah ke instalasi hidroponik rata-rata berkisar 12 hingga 15 hari. - HST (Hari Setelah Tanam)
HST atau Hari Setelah Tanam adalah jumlah hari yang dihitung mulai dari bibit tanaman ditempatkan pada instalasi hidroponik hingga siap panen. Setiap jenis tanaman yang ditanam memiliki umur yang berbeda-beda hingga layak untuk dipanen dan dikonsumsi.
Salah satu contohnya tanaman selada hijau yang bisa dipindah ke instalasi hidroponik ketika sudah 10 HSS. Artinya usia benih sudah 10 hari setelah semai pertama kali. Selada Hijau bisa dipanen setelah 35 HST. Artinya siap dipanen setelah 35 hari dari pindah tanam ke instalasi hidroponik.
Waktu untuk mencapai agar tanaman siap panen bervariasi tergantung pada jenis tanaman dan metode penanaman. Berikut adalah estimasi waktu untuk beberapa tanaman yang di budidayakan secara hidroponik :
- Selada: 30-45 hari
- Bayam: 30-40 hari
- Kangkung: 30-45 hari
- Tomat: 60-90 hari
- Cabai: 70-90 hari
- Basil: 30-45 hari
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....