Kemenhaj Kawal Kepulangan 2.190 Jemaah Umrah
- 19 Mar 2026 19:53 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Di tengah situasi Timur Tengah yang bergejolak, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah melakukan pengawalan terhadap jemaah umrah Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk memastikan setiap jemaah yang pulang ke tanah air dalam kondisi aman dan tanpa hambatan.
Staf Teknis Urusan Haji, Muhammad Ilham Effendy, mengonfirmasi bahwa gerbang kepulangan di Jeddah dan Madinah tetap beroperasi secara intensif dalam dua hari terakhir. Arus kepulangan ini menjadi prioritas utama guna menjaga kelancaran alur jemaah di tengah kondisi wilayah yang fluktuatif.
"Kami terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap kondisi para jemaah dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Hal ini guna mengupayakan solusi terbaik bagi percepatan kepulangan mereka di tengah situasi yang dinamis ini," ucapnya, dalam keterangan tertulisnya, Kamis 19 Maret 2026.
Tercatat sebanyak 2.190 jemaah telah berhasil mendarat di Indonesia menggunakan maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Pergerakan besar ini terbagi dalam dua gelombang utama, yakni pada tanggal 17 dan 18 Maret 2026.
Meski demikian, tantangan muncul saat sejumlah maskapai melakukan pembatalan penerbangan secara mendadak yang memicu ketidakpastian jadwal. Situasi ini memaksa jemaah menghadapi beban tambahan untuk biaya akomodasi serta konsumsi secara mandiri di tanah suci.
Menyikapi kendala tersebut, Ilham menegaskan bahwa negara berkomitmen penuh untuk melindungi hak-hak seluruh jemaah tanpa terkecuali. Koordinasi intensif dengan berbagai pihak terus dilakukan demi mencari solusi tercepat bagi mereka yang jadwal kepulangannya terganggu.
Hingga saat ini, total jemaah yang telah berhasil dipulangkan sejak akhir Februari sudah menembus angka 30.360 orang. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari kerja keras petugas lapangan dalam mengelola krisis di tengah situasi yang dinamis.
Pemerintah mengimbau agar para jemaah tetap tenang dan selalu menjalin komunikasi aktif dengan petugas di lapangan. Selain itu, agen travel atau PPIU diingatkan untuk tetap bertanggung jawab penuh atas tiket dan fasilitas jemaah sesuai kontrak yang berlaku.
"Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah untuk tetap tenang dan terus menjalin komunikasi dengan petugas lapangan. Pemerintah juga mengingatkan Pihak Penyelenggara Ibadah Umrah untuk tetap bertanggung jawab penuh atas akomodasi dan tiket kepulangan jemaah sesuai kontrak yang telah disepakati," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....