Pemprov Kalteng Perkuat Kompetensi Generasi Muda Bidang Pertanian Lewat Magang

  • 30 Sep 2026 14:34 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah terus meningkatkan penguatan kompetensi generasi muda di bidang pertanian. Salah satunya melalui kegiatan pembelajaran dan magang bagi siswa serta mahasiswa di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pengembangan Produksi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPPB-TPH).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dengan praktik pembangunan pertanian, khususnya dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman lapangan.

Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalimantan Tengah, Rendy Lesmana, meninjau sekaligus memberikan arahan dan motivasi kepada 52 peserta magang di UPT BPPB-TPH, Jalan Tjilik Riwut Km 3, Palangka Raya. Peserta tersebut terdiri atas 33 siswa SMKN Katingan Kuala, 9 siswa SMKN Bataguh, 2 siswa SMKS Budi Mulya, 1 siswa SMKN Cempaga Hulu, serta 7 mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR).

Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalimantan Tengah mengatakan kegiatan magang merupakan salah satu sarana penting untuk memberikan pengalaman nyata kepada generasi muda mengenai penerapan teknologi dan pengelolaan pertanian di lapangan. Menurutnya, pembelajaran melalui magang memberikan kesempatan kepada siswa dan mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat dan mempraktikkan secara langsung berbagai proses pengembangan pertanian.

“Ini penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki kompetensi, keterampilan, serta kesiapan menghadapi kebutuhan pembangunan pertanian ke depan,” ujarnya, Senin, 28 September 2026.

UPT BPPB-TPH sebagai salah satu unit pelayanan teknis Dinas TPHP memiliki peran strategis dalam menyediakan ruang pembelajaran berbasis praktik, khususnya terkait pengembangan perbenihan serta budidaya tanaman pangan dan hortikultura. Melalui kegiatan magang, peserta memperoleh pengalaman mengenai proses kerja, penerapan teknologi, pengelolaan sarana produksi, hingga penerapan standar teknis dalam kegiatan pertanian.

Rendy menegaskan, Dinas TPHP Provinsi Kalimantan Tengah akan terus mendukung kegiatan pembelajaran dan magang sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia pertanian. “Kita ingin generasi muda Kalimantan Tengah semakin dekat dengan sektor pertanian. Pertanian membutuhkan SDM yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu bekerja, berinovasi, beradaptasi dengan teknologi, dan melihat peluang pengembangan usaha pertanian. Oleh karena itu, pembelajaran berbasis praktik seperti ini perlu terus kita dorong,” kata Rendy.

Sementara itu, Kepala UPT BPPB-TPH, Isnawati, menyampaikan bahwa diseminasi teknologi pada unit kerjanya mengacu pada Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 44 Tahun 2017 Pasal 16. Kegiatan tersebut dilakukan melalui pembelajaran, praktik lapangan, konsultasi, serta pendampingan.

Materi diseminasi mencakup teknologi produksi dan pengelolaan benih bermutu, teknik perbanyakan tanaman, pemeliharaan sumber benih, pengendalian mutu, serta penerapan teknologi sesuai kondisi dan kebutuhan lapangan. “Sebagai pusat pembelajaran dan transfer teknologi untuk meningkatkan kompetensi SDM pertanian, BPPB-TPH siap mendukung percepatan penerapan inovasi perbenihan serta ketersediaan benih tanaman pangan dan hortikultura yang berkualitas dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah,” ucap Isnawati.

Lebih lanjut, Kepala Seksi Perbanyakan Benih Tanaman Hortikultura, Goalter Zoko, menjelaskan sejumlah strategi diseminasi untuk memastikan teknologi perbenihan dapat diterapkan dengan baik. Di antaranya melalui bimbingan teknis dan pelatihan berupa praktik pembuatan blok tanah, teknik penakaran benih, dan budidaya tanaman.

Diseminasi juga dilakukan melalui Praktik Kerja Lapang bagi siswa SMK Pertanian dan siswa magang sebagai sarana transfer teknologi serta peningkatan kompetensi. Selain itu, melalui Demonstrasi Plot (Demplot) berupa penanaman percontohan teknologi dan varietas unggul di lahan balai, masyarakat dan petani dapat melihat secara langsung penerapan teknologi serta hasil varietas unggul yang sesuai dengan kondisi spesifik lokasi.

“Dengan demikian, pengalaman yang diperoleh peserta selama mengikuti kegiatan diharapkan dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kompetensi, menumbuhkan minat terhadap sektor pertanian, serta mendukung lahirnya SDM pertanian yang kompeten, inovatif, dan produktif,” urai Goalter Zoko. (MMC Kalteng/Dinas TPHP)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....