Karhutla di Jalur Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama Meluas, Pemadaman Masif
- 29 Sep 2026 21:47 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sepanjang jalur Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, terus menjadi perhatian. BPBD setempat menyebut kebakaran telah merambah kawasan hutan kemasyarakatan, terutama di sekitar KM 20 hingga KM 25, yang juga terdapat kebun, peternakan, serta kawasan permukiman transmigrasi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kotawaringin Barat, Andan Santana , mengatakan tim masih melakukan pemadaman darat bersama sejumlah instansi terkait. Di kawasan tersebut terdapat berbagai aktivitas masyarakat, seperti perkebunan kopi, kakao, jeruk, durian, bambu dan alpukat, serta peternakan sapi. Informasi sementara menyebut sejumlah perkebunan telah terdampak terbakar, sementara kondisi ternak masih dalam pemantauan.
Menurut Andan, kondisi lahan yang sangat kering setelah sekitar tiga bulan tanpa hujan menjadi salah satu faktor yang menyulitkan proses pemadaman. Ditambah angin yang cukup kencang, api cepat menyebar dan menyebabkan paparan asap semakin kuat. Keterbatasan personel juga membuat petugas harus memprioritaskan penanganan pada lokasi yang mendekati permukiman, khususnya rumah-rumah yang terbuat dari kayu.
“BPBD mengimbau masyarakat untuk ikut berperan dalam penanganan awal ketika menemukan titik api, sekaligus segera melaporkannya melalui saluran yang tersedia. Bagi pengguna jalan di jalur Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama yang terdampak asap, masyarakat diminta mengurangi kecepatan dan menggunakan lampu kendaraan sebagai penanda karena jarak pandang terbatas. BPBD juga mengharapkan masyarakat tetap waspada dan bersama-sama mencegah api agar tidak meluas,” katanya, Senin 28 September 2026.
Sementara itu Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tjilik Riwut Palangka Raya, Eka Priti, mengatakan prakirakan cuaca di wilayah Kalimantan Tengah pada periode 28 hingga 30 September 2026 secara umum cerah berawan hingga berawan. Kondisi tersebut juga disertai udara kabur akibat kabut asap di sebagian besar wilayah Kalteng.
Selain hujan ringan yang berpotensi terjadi secara lokal dan sporadis, sejumlah wilayah juga berpeluang mengalami hujan dengan intensitas sedang. Wilayah tersebut antara lain Gunung Mas, Murung Raya, sebagian Barito Utara, Kapuas bagian utara, Barito Selatan bagian utara, sebagian Kotawaringin Barat, Lamandau, Sukamara, Kotawaringin Timur bagian utara, Seruyan bagian utara, Katingan, serta Barito Timur bagian utara.
"Wilayah bagian utara Kalteng, akan berpotensi hujan lokal, berdurasi singkat juga dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang,” ucapnya.
Masyarakat diimbau tetap mewaspadai potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apa pun. Selain itu, masyarakat diminta mengantisipasi penurunan kualitas udara akibat polusi dari karhutla dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....