Kabut Asap Kurangi Kunjungan, Perpustakaan Palangka Raya Perkuat Layanan Digital

  • 24 Sep 2026 22:54 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan turut berdampak terhadap aktivitas kunjungan masyarakat ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palangka Raya. Kondisi udara yang dipenuhi asap membuat jumlah pengunjung yang datang membaca secara langsung di perpustakaan menurun cukup signifikan.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palangka Raya, Rosyana, mengatakan meski kunjungan menurun, pihaknya tetap berupaya meningkatkan minat baca melalui berbagai inovasi dan sosialisasi. Salah satunya dengan menyediakan layanan perpustakaan digital melalui e-Pusda, sehingga masyarakat tetap dapat mengakses dan membaca berbagai koleksi buku dari rumah selama kondisi kabut asap.

Menurut Rosiyana, pada kondisi normal, jumlah kunjungan ke perpustakaan dapat mencapai lebih dari 50 orang dalam sehari, terutama ketika terdapat kunjungan dari sekolah-sekolah. Namun, selama kabut asap, jumlah pengunjung hanya sekitar 10 hingga 15 orang per hari dan didominasi mahasiswa yang membutuhkan buku referensi untuk mendukung tugas perkuliahan.

Selain layanan digital, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga membuka ruang bagi komunitas untuk melaksanakan berbagai kegiatan literasi. “Perpustakaan juga terus memperkuat jejaring dengan komunitas literasi dan mengembangkan layanan perpustakaan kelurahan. Koleksi buku yang tersedia mencapai sekitar 9 ribu eksemplar dan sebagian didistribusikan ke perpustakaan kelurahan untuk dipinjamkan kepada masyarakat serta dilakukan secara berkala agar bacaan yang tersedia tetap beragam,” ucapnya, Kamis, 24 September 2026.

Rosyana menambahkan, untuk koleksi buku yang terdapat di Dispursip Kota Palangka Raya berasal dari berbagai sumber, antara lain melalui APBD, bantuan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, serta hibah dari masyarakat dan para penulis. Sejumlah koleksi juga berasal dari hibah karya pribadi masyarakat yang diserahkan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Salah seorang pelajar kota Palangka Raya, Feni, mengaku untuk kondisi kabut asap seperti sekarang ia tidak ingin memaksakan diri untuk datang ke perpustakaan. Terlebih lokasi perpustakaan memang jauh dari area permukiman dan kondisi kabut asap ini menyelimuti Kota Palangka Raya menghambat aktivitas masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan. “Kalau kabut asap seperti sekarang, saya membatasi ke perpustakaan,”ujarnya.

Kondisi kabut asap yang semakin tebal menyelimuti Kota Palangka Raya beberapa hari terakhir cukup mengganggu aktivitas masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....