Wali Kota Palangka Raya Meninjau Pemadaman Cairan Shabodama dan X-Fire
- 22 Sep 2026 13:24 WIB
- Palangkaraya
RRI.co.id, Palangka Raya-Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, turun langsung meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk memastikan penggunaan cairan pembasah benar-benar memberikan hasil yang efektif dan efisien di lapangan. Saat ini terdapat dua jenis cairan yang diuji dalam penanganan karhutla, yakni Shabodama dan X-Fire.
“Tadi siang saya melakukan pengecekan langsung di lapangan. Berdasarkan situasi dan kondisi saat ini, terutama karena kondisi lahan yang kering, saya ingin melihat efektivitas penggunaan cairan pembasah,” kata Fairid, di Jalan Manduhara, Palangka Raya, Jumat, 18 September 2026.
Berdasarkan hasil peninjauan, Fairid menilai kedua cairan tersebut menunjukkan hasil yang cukup efektif dalam mendukung proses pemadaman. Penggunaannya membantu air lebih mudah meresap ke lapisan gambut sehingga proses pembasahan dapat menjangkau bagian lahan yang berpotensi masih menyimpan bara.
Menurut Fairid, penggunaan cairan pembasah juga berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan air. Hal ini menjadi penting dalam penanganan kebakaran lahan gambut karena pemadaman tidak hanya dilakukan terhadap api di permukaan, tetapi juga membutuhkan pembasahan hingga ke lapisan tanah untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Ia menjelaskan, penggunaan Shabodama mendapat dukungan dari Borneo Nature Foundation (BNF). Pemko Palangka Raya telah berkoordinasi dengan BNF terkait ketersediaan cairan tersebut serta berbagai kebutuhan pendukung apabila nantinya digunakan lebih luas.
Sementara itu, penggunaan X-Fire mendapat dukungan dari Mabes Polri yang menyatakan kesiapan membantu penanganan karhutla di Kota Palangka Raya.
“Untuk Shabodama, kami mendapat dukungan dari BNF. Tadi kami juga sudah berkoordinasi dengan BNF terkait ketersediaan dan berbagai hal lainnya. Saat ini kami masih menghitung dan mempertimbangkan mana yang paling efektif dan efisien untuk digunakan. Sementara untuk cairan dari Mabes Polri, mereka siap memberikan dukungan,” kata Fairid.
Pemko Palangka Raya selanjutnya akan mengevaluasi hasil penggunaan kedua cairan tersebut dengan mempertimbangkan efektivitas, efisiensi, serta ketersediaannya sebelum menentukan langkah pemanfaatan lebih lanjut dalam operasi penanganan karhutla. Fairid berharap pemanfaatan teknologi dan metode pembasahan tersebut dapat memperkuat upaya petugas di lapangan, khususnya dalam menangani kebakaran pada lahan gambut yang membutuhkan pembasahan secara optimal untuk mencegah bara kembali memicu kebakaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....