Bupati Kobar Pantau Karhutla di Kilometer 20 Jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin

  • 14 Sep 2026 10:48 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Bupati Kotawaringin Barat Hj. Nurhidayah, S.H.,M.H. secara intensif memantau perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Kilometer 20 Jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama. Pemantauan dilakukan untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan dan perkembangan kebakaran dapat segera direspons.

Salah satu pemantauan dilakukan pada Jumat, 11 September 2026 malam. Bupati bersama Wakil Bupati Suyanto turun langsung menuju lokasi kebakaran untuk melihat kondisi sekaligus penanganan yang sedang dilakukan oleh personel Satgas Karhutla.

Saat tiba di lokasi, upaya pemadaman masih terus berlangsung. Personel gabungan melakukan penanganan untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas ke area lainnya.

Kawasan Kilometer 20 menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian karena kebakaran terjadi di sekitar kawasan hutan dan lahan yang berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani. Terlebih, lokasi tersebut berada di jalur Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama yang merupakan salah satu akses penting masyarakat.

Bupati Hj. Nurhidayah menekankan pentingnya penguatan koordinasi seluruh unsur dalam menghadapi perkembangan karhutla. Penanganan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas yang berada di lokasi, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh unsur hingga tingkat kewilayahan.

Menurutnya, camat, lurah dan kepala desa memiliki peran penting dalam melakukan pemantauan kondisi wilayah masing-masing. Informasi mengenai kemunculan titik api maupun potensi kebakaran perlu disampaikan sedini mungkin agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Koordinasi dan pemantauan harus terus diperkuat. Camat, lurah dan kepala desa harus mengetahui kondisi di wilayahnya masing-masing, sehingga apabila ada indikasi kebakaran dapat segera dilaporkan dan ditangani,” ujar Hj. Nurhidayah.

Pemantauan langsung oleh kepala daerah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan karhutla berjalan sesuai kondisi aktual di lapangan. Dengan situasi kebakaran yang terus berkembang, langkah penanganan membutuhkan koordinasi yang dinamis antara pemerintah daerah, aparat keamanan, petugas pemadam, pengelola kawasan dan masyarakat.

Hj. Nurhidayah terus mendorong kewaspadaan bersama terhadap potensi karhutla, khususnya di wilayah yang saat ini terdapat aktivitas kebakaran. Masyarakat juga diharapkan turut berperan dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi terjadinya kebakaran.

“Penguatan koordinasi hingga tingkat kecamatan dan desa/kelurahan diharapkan dapat mempercepat deteksi sekaligus penanganan karhutla, sehingga api dapat dikendalikan sedini mungkin dan tidak meluas ke kawasan lainnya”, ucapnya. (prokom_rib)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....