Rumah Oksigen Disiapkan Hadapi Dampak Kabut Asap
- 08 Sep 2026 19:53 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya menyiapkan rumah oksigen dan posko kesehatan darurat bagi masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, menjelaskan masyarakat dapat memperoleh layanan oksigen di sejumlah fasilitas kesehatan dan posko yang telah disiapkan pemerintah. Rumah oksigen tersebut dilengkapi dengan oksigen, nebulizer, tenaga medis, serta ruang istirahat bagi warga yang membutuhkan.
Riduan mengimbau masyarakat yang mengalami sesak napas akibat paparan asap untuk segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, seperti puskesmas. Menurutnya, layanan tersebut menjadi tempat pertolongan awal bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan lansia yang mengalami gangguan pernapasan akibat kualitas udara yang menurun.
Selain menyediakan layanan kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya juga mengerahkan armada untuk membagikan ribuan masker gratis ke sejumlah lokasi, seperti sekolah, pasar, terminal, dan permukiman warga. Pembagian masker melibatkan aparatur sipil negara (ASN), relawan, organisasi masyarakat, dan tim kesehatan agar bantuan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan.
“Silakan datang ke Rumah Oksigen, di sana ada kami, ada tenaga kesehatan, ada oksigen untuk membantu,” kata Riduan, Minggu, 6 September 2026.
Sementara itu, Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, meminta seluruh dinas dan instansi terkait konsisten memantau perkembangan cuaca dan dampak kabut asap. Pemerintah Kota Palangka Raya terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, BPBD, BNPB, BMKG, TNI-Polri, organisasi masyarakat, serta perguruan tinggi dalam menghadapi karhutla dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
"Kami bagikan masker bukan sekadar simbol. Ini bentuk perlindungan paling dasar. Kalau kita belum bisa menghentikan asap hari ini, minimal kita bisa menjaga paru-paru masyarakat hari ini," ujarnya.
Fairid mengajak masyarakat turut berperan aktif dalam mencegah karhutla sekaligus menjaga kesehatan selama kabut asap. Fairid juga mengapresiasi relawan karhutla dan tenaga kesehatan yang terus berada di garis depan memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi kabut asap.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....