Kasus ISPA Meningkat, DPRD Palangka Raya Ingatkan Protokol Kesehatan
- 08 Sep 2026 09:30 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat sebagai dampak kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Palangka Raya. Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di luar rumah untuk tetap menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah.
Ia mengingatkan penggunaan masker menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi diri dari paparan udara yang tidak sehat. "Saat ini dinas maupun instansi terkait telah berupaya untuk menekan risiko gangguan kesehatan masyarakat, akibat kondisi kualitas udara yang memburuk dan memaksimalkan pelayanan di sejumlah puskesmas dan rumah sakit dan juga pemerintah daerah juga menyediakan rumah oksigen,” ucapnya, Senin, 7 September 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan bahwa saat ini kasus ISPA akibat bencana asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), telah meningkat sejak 1 september 2026 lalu yang tercatat 135 kasus. Peningkatan kasus ini terus dipantau, hingga saat ini data yang ada menjadi salah satu indikator yang terus dipantau oleh pemerintah daerah di tengah meningkatnya paparan kabut asap di wilayah Kota Palangka Raya.
Untuk kasus ISPA terbanyak berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya berada di wilayah kerja Puskesmas Menteng, Puskesmas Bukit Tunggal, dan Pahandut, yang mencapai puluhan kasus. Selanjutnya Puskesmas Bukit Hindu, Marina Permai , Jekan Raya, dan Kalampangan, belasan hingga puluhan kasus, sedangkan Puskesmas Kereng Bangkirai , dan Panarung belasan kasus.
"Saya mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar,” katanya.
Saat ini Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya telah menyiapkan ruang oksigen di 11 puskesmas yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis, ketika mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap. Dari jumlah tersebut, empat puskesmas memberikan pelayanan selama 24 jam, sementara Dinas Kesehatan turut menggandeng Ikatan Bidan Indonesia agar bidan praktik dapat membantu menyediakan layanan oksigen bagi masyarakat terdampak kabut asap Karhutla di Kota Palangka Raya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....