Ritual Dewa Yadnya Jadi Ikhtiar Hadapi Karhutla
- 06 Sep 2026 00:17 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menghadiri Ritual Memohon Hujan Dewa Yadnya yang digelar di Lapangan Rektorat Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya. Ritual tersebut menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan sekaligus perlindungan bagi Kalimantan Tengah dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap.
Gubernur Agustiar Sabran mengapresiasi IAHN Tampung Penyang Palangka Raya dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan ritual tersebut. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat yang memiliki harapan sama untuk kebaikan Kalimantan Tengah, dengan doa yang disampaikan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
Agustiar mengatakan, doa merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam menghadapi musim kemarau dan ancaman karhutla. Namun, ikhtiar spiritual tersebut harus berjalan beriringan dengan tindakan nyata, termasuk sinergi pemerintah bersama TNI, Polri, BPBD, relawan, dunia usaha, dan masyarakat dalam melakukan pencegahan serta penanganan kebakaran.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran atau titik api agar dapat ditangani dengan cepat.
Menurutnya, menjaga lingkungan, hutan, dan sumber air bukan hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat. “Saya berharap doa yang dipanjatkan dalam Ritual Dewa Yadnya dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam penanganan karhutla,” ucapnya, Kamis, 3 September 2026.
Setelah berbagai langkah dilakukan di lapangan, kata Agustiar, upaya tersebut diperkuat melalui doa agar hujan segera turun dan Kalimantan Tengah senantiasa mendapat perlindungan, keselamatan, serta keberkahan.
Sementara itu, Rektor IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, Tiwi Etika, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan Gubernur Kalimantan Tengah terhadap pelaksanaan ritual tersebut. Ia menjelaskan, Ritual Memohon Hujan Dewa Yadnya merupakan ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan bagi Kalimantan Tengah sekaligus memperkuat kepedulian dan kebersamaan dalam menghadapi musim kemarau serta dampaknya.
“Dukungan semua pihak menunjukkan perhatian terhadap masyarakat dan lingkungan di Kalimantan Tengah. Kehadiran berbagai unsur dalam ritual ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam menghadapi kondisi yang terjadi,” ucapnya.
Tiwi menambahkan, ritual tersebut melibatkan tiga tradisi Hindu yang berkembang di Kalimantan Tengah, yakni tradisi Bali, Dayak Ngaju, dan Dayak Barito. Menurutnya, keberagaman tradisi menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan sekaligus menjaga identitas masyarakat.
Ritual Dewa Yadnya dipimpin Basir Tobbie Suswoyo, Jero Gede Suparman, dan Kandong Ardianto sebagai bagian dari ikhtiar memohon keselamatan bagi masyarakat dan Bumi Tambun Bungai. (MMC Kalteng)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....