Wali Kota Palangka Raya Mengecam Oknum Pembakar Lahan Sengaja
- 03 Sep 2026 23:34 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengecam keras tindakan sejumlah oknum yang masih melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Aksi tersebut dinilai telah memberikan dampak serius bagi masyarakat, terutama dengan munculnya kabut asap pekat yang mengganggu aktivitas dan kesehatan warga.
Fairid menegaskan, pemerintah tidak akan mentoleransi tindakan pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta mengajak semua pihak untuk bersama-sama melakukan pengawasan guna mencegah munculnya titik api baru.
"Penanganan kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat. Kesadaran untuk tidak melakukan pembakaran lahan menjadi langkah penting dalam mencegah semakin meluasnya kebakaran dan kabut asap," ujarnya, Kamis, 3 September 2026.
Fairid juga menyoroti dampak kabut asap yang kini semakin dirasakan masyarakat. Kondisi kualitas udara yang memburuk membuat penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan diri, terutama bagi warga yang harus tetap beraktivitas di luar ruangan.
Dalam menghadapi situasi tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk dari sisi anggaran. Fairid menegaskan, meskipun pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran, penanganan kebakaran hutan dan lahan serta dampak kabut asap tetap menjadi prioritas yang harus dipersiapkan.
Ia menyebut pemerintah masih memiliki sejumlah alternatif untuk memenuhi kebutuhan penanganan bencana, termasuk melakukan pengalihan anggaran apabila diperlukan. Penyesuaian anggaran tersebut dapat dilakukan melalui perubahan anggaran sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan pemerintah.
Wali Kota Fairid Naparin berharap seluruh elemen masyarakat dapat meningkatkan kepedulian dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran lahan. Selain penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, sinergi antara pemerintah, aparat, relawan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk menekan kejadian karhutla serta melindungi warga dari ancaman kabut asap.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....