Ratusan Titik Panas di Palangka Raya Terpantau
- 29 Agt 2026 23:28 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kota Palangka Raya kembali menjadi perhatian serius setelah sistem pemantauan mendeteksi ratusan titik panas baru pada Jumat, 29 Agustus 2026, dini hari. Sebanyak 693 titik panas terpantau muncul di sejumlah wilayah, seiring dengan memburuknya kualitas udara yang kini berada pada kategori berbahaya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengatakan berdasarkan data pemantauan, sebanyak 20 titik panas berada pada tingkat kepercayaan tinggi atau high. Titik panas tersebut terdeteksi di antaranya di wilayah Kelurahan Petuk Katimpun, Kereng Bangkirai, Marang, Bukit Tunggal serta kelurahan lainnya dalam rentang waktu pukul 01.21 hingga 02.42 WIB.
Selain itu, sistem juga mendeteksi 665 titik panas dengan tingkat kepercayaan medium. Sebaran titik panas kategori sedang tersebut berada di Kelurahan Bukit Tunggal, Kereng Bangkirai, Petuk Katimpun, Marang, serta tersebar di 11 kelurahan lainnya di Kota Palangka Raya.
Sementara itu, delapan titik panas lainnya berada pada tingkat kepercayaan rendah atau low. Titik-titik tersebut terpantau di wilayah Kelurahan Sabaru, Marang, Bukit Tunggal, Kalampangan dan satu kelurahan lainnya pada Jumat dini hari.
Munculnya ratusan titik panas ini beriringan dengan kondisi kualitas udara di Kota Palangka Raya yang terus memburuk. Berdasarkan pemantauan stasiun darat Palangka Raya pada pukul 06.00 WIB, Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) tercatat mencapai angka 305 dan masuk dalam kategori berbahaya.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi risiko paparan asap. Warga dianjurkan tetap berada di dalam ruangan serta menghentikan aktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Masyarakat juga diminta segera memeriksakan kondisi kesehatan apabila mengalami keluhan seperti sesak napas atau gangguan pernapasan akibat paparan asap. Pemerintah dan seluruh pihak terkait diharapkan terus memperkuat langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan guna mencegah meluasnya titik api serta memperbaiki kondisi kualitas udara di Kota Palangka Raya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....