Bantu Masyarakat, Pemko Palangka Raya Siapkan 6.000 Paket Sembako di Pasar Murah
- 30 Agt 2026 13:08 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menggelar Pasar Murah Serentak di tingkat kelurahan se-Kota Palangka Raya. Langkah strategis ini dilakukan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, menjaga stabilitas harga, serta mengendalikan tingkat inflasi di daerah.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyampaikan pelaksanaan pasar murah memiliki makna penting karena digelar dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026. Menurutnya, semangat kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui upaya meningkatkan kesejahteraan sosial dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
“Pemko Palangka Raya melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian berkolaborasi dengan Perum Bulog Kanwil Kalimantan Tengah untuk menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung penanganan inflasi serta menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok,” ujar Fairid. Kamis, 27 Agustus 2026.
Dalam program ini, Pemko Palangka Raya menyalurkan 6.000 paket sembako murah yang didistribusikan ke 10 kelurahan sasaran strategis, yaitu Kelurahan Pahandut, Langkai, Panarung, Kereng Bangkirai, Palangka, Bereng Bengkel, Kameloh Baru, Danau Tundai, Bukit Tunggal, dan Menteng.
Setiap paket sembako berisi 5 kg beras premium, 1 kg gula pasir, dan 1 liter minyak goreng premium yang dapat dibeli dengan harga Rp75.000 per paket setelah disubsidi. Kebijakan subsidi ini diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan harian.
Guna mendukung kelancaran program, Pemko Palangka Raya mengalokasikan total anggaran subsidi sebesar Rp300 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk subsidi pasar murah pada kegiatan Palangka Raya Community Battle sebesar Rp7,2 juta dan subsidi pasar murah di 10 lokasi sasaran sebesar Rp292,8 juta.
Selain berfokus pada ketahanan pangan, Fairid turut mengingatkan masyarakat mengenai kondisi musim kemarau yang sedang berlangsung. Fenomena ini telah memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada munculnya kabut asap serta penurunan kualitas udara.
Fairid mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat diminta mengonsumsi air putih dan makanan bergizi serta selalu mengenakan masker.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....