Sekda Kalteng Dorong Mahasiswa Jadi Agen Solusi

  • 30 Agt 2026 13:05 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, menekankan pentingnya generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki karakter, integritas, kepedulian, serta keberanian untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pihak yang kritis, tetapi juga harus mampu menghadirkan alternatif solusi dan terlibat langsung dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pelatihan Kader Lanjut (PKL) dan Pelatihan Instruktur Wilayah (PIW) PKC PMII Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Aula Kantor BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam kegiatan tersebut, Linae Aden menyampaikan paparan bertajuk “Analisis Kebijakan dan Orientasi Pembangunan Daerah” dengan mengusung semangat Kalteng Maju, Kalteng Berkah.

Kecerdasan akademik saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan pembangunan daerah. Menurutnya, mahasiswa harus memiliki karakter, integritas, keberanian, dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Mahasiswa juga memiliki tiga peran strategis, yakni sebagai agen perubahan, kontrol sosial, dan agen solusi,” ucapnya, Jumat, 28 Agustus 2026.

Ia menegaskan, kritik mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah sebaiknya tidak berhenti pada penyampaian persoalan. Setiap kritik perlu disertai alternatif solusi yang rasional sehingga dapat menjadi masukan dalam proses pembangunan.

Selain itu, mahasiswa diminta turun langsung melihat kondisi masyarakat di desa dan wilayah pedalaman, termasuk persoalan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan. Linae juga menyampaikan empat pesan penting kepada mahasiswa, yakni meningkatkan kapasitas diri melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemampuan komunikasi; tetap kritis dengan memberikan kritik yang membangun dan disertai solusi; terlibat langsung di tengah masyarakat; serta menjaga integritas dan tidak mudah tergoda kepentingan sesaat.

Dalam paparan mengenai pembangunan daerah, Linae menjelaskan kebijakan publik disusun secara sistematis melalui dokumen perencanaan seperti RPJPD, RPJMD, dan RKPD. Arah pembangunan Kalimantan Tengah saat ini mencakup peningkatan kesejahteraan ekonomi, kualitas sumber daya manusia, pemerataan infrastruktur, pelayanan kesehatan, penguatan kearifan lokal, serta pembangunan berkelanjutan.

Mahasiswa memiliki ruang luas untuk berkontribusi melalui gagasan, inovasi, riset, pengabdian masyarakat, pengawasan kebijakan, hingga pengembangan potensi ekonomi lokal.

Linae menegaskan mahasiswa merupakan calon pemimpin Kalimantan Tengah di masa depan. Karena itu, kepemimpinan harus dibangun sejak dini melalui kemampuan mengelola diri, memimpin gagasan, dan mendorong perubahan di lingkungan masing-masing.

Ia mengajak mahasiswa tidak hanya mempertanyakan apa yang telah diberikan pemerintah kepada masyarakat, tetapi juga memikirkan kontribusi yang dapat diberikan bagi daerah. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Kalteng Betri Susilawati, Ketua PKC PMII Kalteng Fikri Haikal beserta jajaran, serta 13 kader PKL PMII Kalteng. (MMC Kalteng)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....