Menuba Adat di Hulu Sungai Arut, Masyarakat Dayak Berdoa Memohon Hujan

  • 29 Agt 2026 00:46 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Ribuan masyarakat memadati kawasan Teluk Pamali, hulu Sungai Arut, Desa Riam, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) untuk mengikuti tradisi Menuba Adat, Senin, 24 Agustus 2026. Tradisi masyarakat adat Dayak tersebut digelar sebagai ikhtiar bersama memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau.

Kegiatan adat ini dihadiri langsung oleh Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah, Wakil Bupati Suyanto, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Kobar. Menuba merupakan tradisi masyarakat adat Dayak menangkap ikan secara massal menggunakan cairan alami dari tanaman tuba.

Bagi masyarakat setempat, ritual ini tidak hanya sekadar aktivitas menangkap ikan, tetapi juga sarana spiritual untuk memanjatkan doa kepada Sang Pencipta. Acara berlangsung meriah dengan partisipasi ribuan warga dari berbagai desa di Kecamatan Arut Utara, hingga pengunjung dari Kabupaten Lamandau.

Nurhidayah menyampaikan bahwa penelenggaraan menuba adat menjadi langkah bersama dalam merespons dampak kemarau, seperti ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.

“Ini ikhtiar bersama sebagai salah satu hajat, sekaligus mengangkat kearifan lokal dan budaya. Kita memiliki satu tujuan dan keinginan bersama,” ujar Nurhidayah.

Bupati menambahkan, di tengah situasi kemarau yang memprihatinkan, kebersamaan masyarakat dalam merawat kearifan lokal menjadi modal penting untuk saling menguatkan.

“Dalam kondisi keprihatinan kemarau yang menyebabkan karhutla, bahkan kekeringan di beberapa daerah, semoga niat dan doa melalui para leluhur dan ritual ini bisa berjalan sesuai keinginan. Kita tetap berusaha sebagai manusia,” kata Nurhidayah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....