Jaksa Menyapa di Radio Jreng, Kejari Kobar Bahas Strategi Deteksi Konflik

  • 28 Agt 2026 07:48 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Pangkalan Bun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kobar mengintensifkan sinergi lintas instansi untuk mendeteksi serta mencegah potensi kerawanan konflik sosial sejak dini. Upaya tersebut disosialisasikan lewat program dialog bertajuk "Jaksa Menyapa" di Radio Jreng Pangkalan Bun, Rabu, 26 Agustus 2026.

Kasubsi II Seksi Intelijen Kejari Kobar, Antonius Willy Wicaksono, menegaskan bahwa Korps Adhyaksa tidak hanya berfokus pada ranah penindakan, tetapi juga menaruh perhatian besar pada tindakan preventif berbasis kesadaran hukum masyarakat.

“Semakin baik pemahaman masyarakat terhadap hukum, semakin besar peluang berbagai bentuk pelanggaran maupun potensi konflik dapat dicegah sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar, salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program ‘Jaksa Menyapa’, sebagai sarana bagi Kejaksaan untuk hadir di tengah masyarakat dalam memberikan informasi, edukasi, dan pemahaman mengenai berbagai persoalan hukum yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Willy.

Willy menambahkan, ruang siaran radio ini sekaligus dimanfaatkan sebagai forum serapan aspirasi publik guna memetakan riak-riak permasalahan hukum di tingkat bawah.

“Jaksa Menyapa juga menjadi ruang komunikasi dua arah. Tidak hanya memberikan edukasi, tetapi kami juga dapat mendengar secara langsung berbagai persoalan maupun kekhawatiran yang berkembang di tengah masyarakat,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Kesbangpol Kobar, Mustawan Lutfi, menyampaikan pentingnya sensitivitas seluruh pihak terhadap indikator gesekan di lapangan, seperti sengketa lahan, hubungan industrial tenaga kerja, hingga isu keberadaan orang asing.

“Deteksi dini bukan berarti mencurigai masyarakat, tetapi bagaimana kita bersama-sama mengenali potensi permasalahan sejak awal sehingga dapat dicarikan solusi sebelum berkembang menjadi konflik,” kata Lutfi.

Kesbangpol memandang keterlibatan kolektif TNI, Polri, aparatur desa, hingga tokoh adat dan pemuda menjadi kunci utama menjaga situasi di bumi Maruntung Batu Aji tetap aman, damai, dan kondusif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....