Perkuat Penanganan Karhutla, Pemkab Kobar Perpanjang Status Tanggap Darurat
- 24 Agt 2026 00:29 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) memperpanjang status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 4 September 2026. Perpanjangan status tersebut dilakukan sebagai langkah memperkuat penanganan karhutla, menyusul masih tingginya intensitas kebakaran dan kondisi cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah Kobar.
Berdasarkan data penanganan karhutla, hingga pertengahan Agustus 2026 tercatat sebanyak 189 kejadian kebakaran dengan luas lahan yang terbakar mencapai 859,490 hektar. Hal ini disampaikan Bupati Nurhidayah ketika meninjau langsung Posko Induk Penanganan Karhutla di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh unsur Satuan Tugas (Satgas) Karhutla dalam menghadapi kondisi kebakaran yang masih terjadi. Nurhidayah mengecek kesiapan personel, sarana dan prasarana pemadaman, hingga dukungan dapur umum yang menjadi bagian dari operasional penanganan bencana.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terlebih cuaca panas ekstrem meningkatkan risiko meluasnya kebakaran. Karena itu, selain mengoptimalkan upaya pemadaman, Pemkab Kobar juga terus mendorong langkah pencegahan dengan meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan maupun sampah,mengingat kondisi panas cukup ekstrem, sehingga yang terbakar bukan hanya lahan, tetapi permukiman juga dapat ikut terbakar apabila masyarakat tidak berhati-hati,” ucap bupati.
Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh Masyarakat, kewaspadaan dan kepedulian masyarakat menjadi kunci untuk mencegah munculnya titik api baru. Dengan diperpanjangnya status tanggap darurat hingga 4 September 2026, Pemkab Kobar berharap seluruh upaya penanganan karhutla dapat berjalan lebih maksimal dan terkoordinasi.
"Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan aktivitas pembakaran, khususnya di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung," kata Nurhidayah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....