Diduga Korsleting, Satu Rumah dan 3 Motor di Pasir Panjang Ludes Terbakar
- 20 Agt 2026 08:25 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Pangkalan Bun – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kembali menangani musibah kebakaran rumah warga di Kompleks Perumnas Pasir Panjang Permai RT 09, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Rabu, 19 Agustus dini hari. Insiden yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.50 WIB tersebut mengakibatkan satu unit rumah milik Yusransyah rusak berat, serta menghanguskan tiga unit sepeda motor matic di area parkir dengan kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Begitu menerima laporan, armada Damkar Kobar langsung meluncur dan tiba di lokasi dengan waktu tanggap (response time) lima menit untuk melakukan pemadaman serta pendinginan bersama Balakar Huma Singgah Itah. Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, Sarana dan Prasarana Damkar Kobar, Fahliansyah, mengonfirmasi bahwa percikan api diduga kuat dipicu oleh korsleting instalasi pada lampu hias.
“Informasi awal yang kami terima, api berasal dari korsleting lampu hias. Kemudian api mengenai motor yang berada di area parkir dan membakar plafon sebelum merembet ke bagian rumah. Karena itu, ketika menerima laporan kami langsung mengerahkan unit menuju lokasi,” ujar Fahliansyah.
Peristiwa ini merupakan musibah kebakaran rumah kedua yang melanda wilayah Arut Selatan dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Sebelumnya, pada Selasa, 18 Agustus 2026 malam, api juga menghanguskan rumah warga di Jalan Lubut, Kelurahan Baru.
Kepala Damkar Kobar, Dwi Agus Suhartono, menyampaikan keprihatinan mendalam atas rentetan musibah tersebut dan meminta warga untuk lebih disiplin mengecek keandalan kelistrikan di rumah masing-masing.
“Dalam waktu kurang dari 24 jam, kita kembali menghadapi kebakaran rumah. Ini menjadi perhatian bersama agar masyarakat semakin waspada terhadap instalasi listrik, termasuk lampu hias dan sambungan listrik yang digunakan sehari-hari. Pastikan tidak ada kabel, colokan atau perangkat listrik yang mengalami kerusakan dan berpotensi menimbulkan korsleting,” kata Dwi Agus.
Dwi Agus mengimbau warga agar tidak membiarkan peralatan elektronik berisiko menyala tanpa pengawasan, terutama pada saat jam tidur malam hingga dini hari, serta menjauhkan material mudah terbakar dari sumber listrik.
Masyarakat juga diharapkan dapat memanfaatkan layanan darurat pemadam kebakaran sesegera mungkin saat melihat indikasi kobaran api agar penanganan awal dapat menekan eskalasi kerusakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....