Kapolda Kalteng: Pencegahan Karhutla Harus Dilakukan Bersama
- 17 Agt 2026 21:15 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Pencegahan dinilai tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan satuan tugas, tetapi membutuhkan kesadaran serta keterlibatan aktif masyarakat.
Polda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, menegaskan seluruh kejadian karhutla yang terjadi di wilayah Kalimantan Tengah tetap ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan. Hingga saat ini, sekitar 12 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara karhutla.
Kapolda Kalteng menyebut penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh dengan menelusuri setiap kejadian kebakaran yang ditemukan di lapangan. "Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penegakan hukum sekaligus memberikan efek pencegahan agar kebakaran tidak kembali terjadi," katanya, Senin 17 Agustus 2026.
Terkait kondisi karhutla saat ini, jumlah titik panas di Kalimantan Tengah masih mengalami fluktuasi. Meski demikian, kondisi tersebut terus dipantau dan diantisipasi oleh seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla.
Kalteng juga sempat mengalami peningkatan jumlah titik panas hingga berada pada posisi tinggi secara nasional. Namun berdasarkan pemantauan terakhir, Kalimantan Tengah berada di peringkat kesembilan secara nasional, sementara provinsi dengan jumlah titik panas tertinggi berada di Kalimantan Barat.
Kepolisian mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang memiliki potensi kerawanan karhutla, termasuk sejumlah daerah di Kalimantan Tengah. Antisipasi dilakukan melalui penguatan koordinasi dan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, korporasi, masyarakat, serta seluruh elemen terkait.
"Polda Kalteng mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan. Peran masyarakat dan media juga penting dalam mengawal upaya pencegahan sehingga penanganan karhutla di Kalimantan Tengah dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan,” ucapnya.
Sementara itu Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, mengatakan bahwa penanganan karhutla di Kalimantan Tengah hingga saat ini terus menunjukkan kondisi yang relatif terkendali. Meski sebelumnya jumlah titik panas atau hotspot di Kalteng sempat berada pada posisi tinggi secara nasional, kini provinsi ini berada di urutan kesembilan.
Kondisi tersebut dinilai tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran serta kolaborasi antara pemerintah, korporasi, TNI, Polri dan seluruh elemen masyarakat. "Jarak pandang di sejumlah wilayah juga masih berada dalam kondisi normal, berbeda dengan periode kabut asap hebat sebelumnya yang sempat menyebabkan jarak pandang menurun drastis hingga beberapa meter. Namun upaya kesiapsiagaan pun terus dilakukan, termasuk mengantisipasi wilayah-wilayah rawan,” ujarnya.
Sejumlah kawasan seperti Palangka Raya, Pulang Pisau hingga wilayah lainnya menjadi perhatian dalam langkah pencegahan dan penanganan karhutla. Sinergi dan kolaborasi seluruh pihak diharapkan terus diperkuat untuk menjaga kondisi tetap terkendali, termasuk dukungan insan pers dalam mengawal penyebaran informasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....