Kebakaran Lahan Gambut di Jalan DPR Kumai Masih Ditangani Petugas Gabungan

  • 14 Agt 2026 00:46 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Kebakaran lahan gambut di Jalan DPR, Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang terjadi sejak Jumat, 7 Agustus 2026 hingga Senin, 10 Agustus 2026 masih belum sepenuhnya padam. Tim gabungan terus berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi.

Karakteristik tanah gambut yang tebal menjadi kendala utama petugas di lapangan. Api yang menjalar di bawah permukaan tanah kerap menyisakan bara api yang berpotensi memicu api kembali membesar saat angin kencang.

Kebakaran ini pertama kali dilaporkan warga ke Mako Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kobar via WhatsApp pada Jumat sore, 7 Agustus lalu pukul 17.00 WIB. Regu III Damkar Kobar langsung diterjunkan ke lokasi untuk menahan laju perambatan api.

Guna menjinakkan api di lahan yang luas tersebut, puluhan armada air dikerahkan secara beruntun. Selain unit suplai Damkar Kobar, pemadaman diperkuat oleh armada BPBD, Water Supply AURI, Water Supply Dinas PU, Manggala Agni, AWC Polres Kobar, hingga relawan Huma Singgah Itah.

Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, Sarana dan Prasarana Damkar Kobar, Fahliansyah, menyebutkan penanganan di lahan gambut memerlukan teknik penyiraman berulang hingga ke dalam lapisan tanah.

"Api di lahan gambut tidak selalu terlihat di permukaan. Petugas harus melakukan pemadaman secara bertahap, penyiraman dan pendinginan, sekaligus pemantauan agar api tidak kembali muncul," kata Fahliansyah.

Sementara itu, Kepala Damkar Kobar Dwi Agus Suhartono menegaskan bahwa seluruh unsur terkait dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga relawan terus bersinergi melakukan penyisiran serta pendinginan titik bara.

"Kondisi lahan yang luas dan gambut memang menjadi tantangan, sehingga membutuhkan waktu dan sinergi dari berbagai pihak. Kami memastikan upaya pemadaman tetap dilakukan untuk mengendalikan api dan mencegahnya meluas," ujar Dwi Agus Suhartono.

Dwi Agus juga mengimbau warga Kobar untuk meningkatkan kewaspadaan di musim kemarau dan tidak membakar lahan. Ia meminta masyarakat segera melaporkan ke petugas jika melihat kepulan asap atau titik api sekecil apa pun di kawasan hutan dan lahan agar bisa segera ditangani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....