TNI Perkuat Kolaborasi Cegah Karhutla di Kalteng

  • 11 Agt 2026 00:18 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus memperkuat keterlibatan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah, melalui koordinasi dan kolaborasi bersama Polri, pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya. Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, sekaligus mendorong masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Pangdam XXII/ Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, usai Uapacara Hari ulang tahun dan syukuran Kodam XXII/ Tambun Bungai mengatakan kolaborasi dilakukan TNI, Polri dan Pemerintah Daerah untuk mempercepat penanganan apabila ditemukan titik kebakaran dan mencegah api meluas ke wilayah lainnya. Selain melakukan penanganan di lapangan, Babinsa juga aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

“Edukasi dilakukan untuk mengingatkan warga agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena tindakan tersebut berpotensi memicu terjadinya karhutla. Jajaran TNI juga telah menyiapkan personel dan sarana pendukung di masing-masing satuan,” ujarnya, Senin, 10 Agustus 2026.

Kendaraan pemadam kebakaran disiagakan sehingga sewaktu-waktu dapat dikerahkan untuk membantu masyarakat maupun unsur terkait dalam menangani kebakaran yang terjadi. Menurutnya, kondisi musim kemarau menjadi perhatian bersama, mengingat Kalimantan Tengah memiliki pengalaman menghadapi karhutla dalam skala besar. Karena itu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan terus ditingkatkan dengan mengedepankan upaya pencegahan serta pemantauan secara berkelanjutan.

Sementara itu Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menyampaikan pula bahwa Pemerintah Provinsi juga telah melakukan berbagai upaya mengantisipasi karhutla. “Adanya kolaborasi serta kesiapsiagaan di lapangan ini, diharapkan mampu mencegah kebakaran meluas sekaligus menjaga wilayah Kalimantan Tengah dari ancaman karhutla selama musim kemarau,” katanya.

Terkait adanya titik panas atau hotspot, Pemerintah Provinsi Kalteng bersama TNI, Polri serta unsur terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi yang terindikasi terjadi kebakaran. Permintaan dukungan helikopter untuk operasi pemadaman dari udara juga telah dilakukan sebagai bagian dari langkah antisipasi apabila kondisi kebakaran membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Karena penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....