Karhutla Dekati Permukiman Warga di Palangka Saya, Satu Rumah Terbakar
- 11 Agt 2026 14:47 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Palangka Raya belakangan ini mulai marak terjadi di kawasan permukiman warga. Kondisi tersebut diduga salah satunya dipicu aktivitas pembakaran sampah yang kemudian api menjalar dan mengancam rumah warga.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, menjelaskan sejumlah kejadian karhutla di kawasan permukiman membuat tim pemadam harus bekerja ekstra untuk mencegah api meluas. Salah satunya terjadi di Kompleks Kalibata, ketika masyarakat melaporkan adanya sumber api yang bergerak mendekati rumah warga dan membutuhkan penanganan segera.
"Petugas kami menghadapi kendala karena lokasi lahan yang terbakar berada sangat dekat dengan permukiman. Selain jarak yang sempit, keterbatasan sumber air serta kondisi angin yang cukup kencang membuat proses pemadaman berlangsung lebih sulit dan petugas harus berupaya mengendalikan api agar tidak menjalar ke rumah lainnya,” katanya, Minggu, 9 Agustus 2026.
Dalam penanganan tersebut, tim juga meminta bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk melakukan water bombing di kawasan yang terbakar. Meski menghadapi berbagai kendala, petugas berhasil mencegah kebakaran meluas, meskipun satu unit rumah warga sempat terbakar akibat kobaran api yang sulit dikendalikan.
Sementara itu Kepala bidang pencegahan dan kesiap siagaan BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah, Indra Wiratama, mengatakan bahwa kebencanaan seperti Karhutla pertemuan risiko dan pemicunya terbesar atau 99 persen adalah ulah manusia untuk itu diperlukan kebersamaan dalam mengatasi bencana karhutla yang terjadi di beberapa wilayah kabupaten/kota .
Saat ini Sistem mendeteksi menemukan ada 31 Titik Panas baru pada tingkat medium di wilayah Kota Palangka Raya yakni di Kelurahan Kalampangan, Kameloh Baru, Kereng Bangkirai dan Petuk Katimpun serta 3 kelurahan lainnya di wilayah kota Palangka Raya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....