Pemasok MBG Pastikan Kualitas dan Higienitas Bahan Pangan
- 10 Agt 2026 00:15 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah. Dalam pelaksanaannya, pemasok makanan memiliki peran penting dalam menyediakan bahan pangan yang berkualitas, aman, bergizi, serta memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Salah seorang pemasok makanan berbahan dasar ikan dan ayam untuk Program MBG, Juniar, mengatakan ketersediaan dan kualitas bahan pangan menjadi perhatian utama dalam memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia memastikan bahan seperti ayam, ikan, tahu, dan tempe yang digunakan dalam produk olahan harus dalam kondisi segar, sementara proses pengolahan dilakukan sesuai pesanan dan kebutuhan gizi yang telah ditentukan.
Pesanan dari SPPG umumnya dilakukan beberapa hari sebelum makanan diproduksi, dengan jumlah mencapai sekitar 2.600 hingga 6.000 potong dalam sekali pemesanan. "Setiap produk juga harus ditimbang secara presisi agar kandungan protein, karbohidrat, dan unsur gizi lainnya sesuai dengan perhitungan ahli gizi di SPPG, termasuk produk seperti siomay ikan yang diproduksi dengan tambahan sayuran,” ucapnya, Sabtu 8 Agustus 2026.
Di sisi lain, Yuni mengakui kenaikan harga bahan baku menjadi tantangan bagi pelaku UMKM pemasok MBG karena harus menyesuaikan biaya produksi dengan anggaran yang telah ditetapkan. Meski demikian, ia tetap berkomitmen menjaga kualitas, kuantitas, kebersihan, serta standar operasional produksi, dan berharap adanya penyesuaian harga bagi UMKM agar keberlangsungan usaha pemasok makanan dalam mendukung Program MBG dapat terus terjaga.
Sementara itu Kepala Sekolah SDN 1 Menteng Palangka Raya, Deny, mengatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memberikan kontribusi positif terhadap pemenuhan kebutuhan gizi siswa. Meski porsi MBG belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan gizi harian anak, program tersebut diharapkan dapat mengurangi kebiasaan siswa mengonsumsi jajanan yang kurang sehat di luar lingkungan sekolah.
"Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara umum memenuhi sekitar 20 hingga 30 persen kebutuhan gizi anak dalam sehari. Pemenuhan tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya memperbaiki asupan gizi siswa, khususnya selama berada di lingkungan sekolah,”katanya.
Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi, MBG juga diharapkan dapat mengurangi konsumsi jajanan yang kurang sehat. Jajanan yang dijual di luar lingkungan sekolah dinilai belum tentu diketahui kandungan gizi maupun tingkat keamanannya.
Sementara makanan dalam program MBG telah melalui proses pengolahan, pengemasan, dan pengelolaan sebelum diberikan kepada siswa. Dengan demikian, MBG dinilai cukup baik sebagai salah satu upaya perbaikan gizi siswa.
Meski tidak menjadi satu-satunya sumber pemenuhan kebutuhan gizi harian, keberadaan program ini diharapkan dapat mendorong anak mendapatkan makanan yang lebih terjamin kualitas dan kandungan gizinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....