BPBD Kota Palangka Raya Optimalkan Sumur Bor Memadamkan Karhutla

  • 09 Agt 2026 23:37 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya. Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, mengatakan pihaknya mulai membuat sejumlah titik sumur bor di sekitar lokasi kebakaran untuk meningkatkan efektivitas pemadaman.

Pembuatan sumur bor tersebut dilakukan BPBD Kota Palangka Raya bekerja sama dengan Manggala Agni Daops Palangka Raya dan Universitas Palangka Raya.

"Keterbatasan sumber air menyebabkan proses pemadaman belum dapat dilakukan secara tuntas, terutama pada lahan gambut yang masih mengeluarkan asap. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu munculnya kembali titik api apabila tidak segera dilakukan pembasahan secara optimal," ujarnya, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Hendrikus menjelaskan, pemanfaatan sumur bor dinilai lebih efektif dibandingkan mengangkut air menggunakan mobil tangki dari sumber air atau embung yang lokasinya cukup jauh dari titik kebakaran. Dengan adanya sumur bor, petugas dapat memperoleh sumber air yang lebih dekat untuk mendukung proses pemadaman dan pembasahan lahan.

Keberadaan sumur bor diharapkan mampu menyediakan sumber air yang lebih dekat dan berkelanjutan bagi tim gabungan di lapangan. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemadaman, mencegah api kembali menyala, serta mendukung penanganan titik karhutla yang berada di kawasan sulit dijangkau.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya bersama Tim Gabungan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) terus melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas dan menekan dampak kabut asap. Terbatasnya ketersediaan air menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Musim kemarau menyebabkan parit, embung, dan sejumlah sumber air di sekitar lokasi kebakaran mulai mengering sehingga pasokan air bagi petugas semakin sulit diperoleh.

Selain keterbatasan sumber air, karakteristik lahan gambut juga menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan karhutla. Api tidak hanya membakar semak dan vegetasi di permukaan, tetapi juga dapat menjalar hingga lapisan gambut di bawah tanah sehingga titik api berpotensi kembali menyala jika proses pemadaman dan pembasahan tidak dilakukan secara menyeluruh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....