Pemprov Kalteng Perkuat SDM Pertanian lewat Program Vokasi D-1
- 08 Agt 2026 15:11 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui Program Pendidikan Vokasi Diploma Satu (D-1) Bidang Pertanian berbasis agroforestri. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Program Pendidikan Vokasi D-1 Bidang Pertanian yang dibuka Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, di Aula Eka Hapakat Lantai III Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.
Kegiatan ini diikuti Kementerian Pertanian, pemerintah kabupaten/kota, organisasi perangkat daerah terkait, serta para pemangku kepentingan sebagai forum konsolidasi untuk memperkuat sinergi pelaksanaan program.
Program yang dipimpin Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Direktorat Lahan dan Irigasi Pertanian serta Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), bersama Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya (AKMPR). Program ini dirancang untuk mencetak tenaga pertanian yang kompeten, terampil, dan siap mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Kalimantan Tengah.
Dalam laporannya, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, menyampaikan bahwa pendidikan vokasi D-1 merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas SDM pertanian sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang telah terbuka. Menurutnya, program tersebut juga menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan kompetensi dan motivasi pelaku pertanian.
Linae menjelaskan, pelaksanaan program kini memasuki tahap pendaftaran Calon Taruna Tani Huma Betang Gelombang I dengan kuota sebanyak 178 orang. Peserta diprioritaskan berasal dari keluarga penerima manfaat Kartu Huma Betang Sejahtera serta masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.
Para taruna nantinya akan mengikuti pendidikan selama satu tahun di lokasi perkuliahan di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas. Program pendidikan vokasi ini didanai melalui Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH DR) dalam Program Pendidikan Vokasi Sektor Pertanian Berbasis Agroforestri jenjang Diploma Satu.
Sekda berharap pemerintah kabupaten dan kota dapat memperkuat sosialisasi agar semakin banyak generasi muda memanfaatkan kesempatan tersebut. “Melalui program ini diharapkan lahir petani milenial yang mampu mengelola pertanian secara modern, inovatif, dan berkelanjutan serta membuka peluang kerja baru di sektor pertanian,” ucapnya, Kamis, 6 Agustus 2026.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya bergantung pada luas lahan, tetapi juga kesiapan SDM yang berkualitas. “Pendidikan vokasi harus dirancang tepat sasaran, aplikatif, dan berkelanjutan agar mampu menghasilkan tenaga kerja siap pakai yang berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah,” katanya.
Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalimantan Tengah, Rendy Lesmana, menyatakan pendidikan tinggi vokasi menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan generasi muda sebagai pelaku utama pembangunan pertanian.“TPHP siap bersinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi vokasi, dan penyuluh pertanian untuk mencetak SDM pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya.
Rakor vokasi dihadiri Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian Idha Widi Arsanti, Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalimantan Tengah Sunarti, jajaran Dinas TPHP Provinsi Kalimantan Tengah, serta para penyuluh pertanian dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Provinsi Kalimantan Tengah. (MMC Kalteng)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....