Pemprov Kalteng Perkuat Layanan Stroke hingga Pelosok Daerah
- 06 Agt 2026 20:12 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat sistem pelayanan kesehatan, khususnya penanganan stroke, agar dapat menjangkau seluruh kabupaten hingga desa. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Audiensi Penyerahan Sertifikat serta Penguatan Pelayanan Stroke di Provinsi Kalimantan Tengah yang berlangsung di Aula 1A dan 1B Gedung Diklat Lantai II RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, mewakili Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo. Dalam kesempatan tersebut, Sekda Kalimantan Tengah menyampaikan bahwa penghargaan World Stroke Organization (WSO)/Angels Award Platinum Status yang diraih RSUD dr. Doris Sylvanus merupakan pengakuan internasional yang membanggakan bagi Kalimantan Tengah.
Menurutnya, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi prestasi rumah sakit, tetapi juga menjadi motivasi untuk mempercepat peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. "Ini bukan sekadar prestasi sebuah rumah sakit, ini adalah pengakuan internasional yang disematkan pada nama Kalimantan Tengah," ujarnya, Rabu, 5 Agustus 2026.
Linae menjelaskan, capaian tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mewujudkan Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Bermartabat melalui Program Prioritas Huma Betang, khususnya Betang Sehat. Program tersebut mencakup layanan berobat gratis berbasis KTP, pemberian insentif bagi tenaga kesehatan desa, revitalisasi puskesmas, pendampingan ibu hamil, hingga program satu desa satu ambulans sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan.
Meski demikian, Sekda mengakui masih terdapat tantangan dalam penanganan stroke di Kalimantan Tengah. Saat ini, rumah sakit yang mampu menangani stroke akut masih terbatas dan seluruhnya berada di Kota Palangka Raya.
Selain itu, keterbatasan dokter spesialis saraf, belum optimalnya fasilitas CT Scan di sejumlah daerah, serta jauhnya jarak antarkabupaten menyebabkan banyak pasien kehilangan masa emas atau golden period untuk mendapatkan penanganan yang cepat. Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan mengoordinasikan penguatan sistem pelayanan stroke melalui lima langkah strategis.
Langkah tersebut meliputi penyusunan Program Stroke Terpadu tingkat provinsi, penguatan rumah sakit siaga stroke di kabupaten dan kota, integrasi layanan PSC 119 dengan program satu desa satu ambulans, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan secara berkelanjutan, serta pembentukan Daerah Siaga Stroke pertama di Kalimantan Tengah melalui kolaborasi lintas sektor.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur RSUD dr. Doris Sylvanus, dr. Suyuti Syamsul, menjelaskan bahwa penghargaan WSO/Angels Award Platinum Status diberikan berdasarkan kepatuhan rumah sakit dalam menerapkan standar pelayanan stroke secara konsisten. Penilaian mencakup kecepatan mengenali gejala, proses diagnosis, pemberian terapi, hingga dokumentasi pelayanan.
Predikat Platinum tersebut merupakan peningkatan dari penghargaan Gold yang sebelumnya telah diraih rumah sakit. "Penghargaan ini bukan diberikan karena gedung atau fasilitas, melainkan karena kualitas proses pelayanan yang kami bangun secara konsisten. Platinum menunjukkan bahwa perbaikan pelayanan sudah menjadi budaya kerja sehari-hari," katanya.
Meski menghadapi tingginya jumlah kunjungan pasien yang berdampak pada kepadatan layanan, termasuk di Instalasi Gawat Darurat, RSUD dr. Doris Sylvanus memastikan tetap siap menjalankan peran sebagai rumah sakit rujukan sekaligus pusat pembinaan jejaring pelayanan stroke di Kalimantan Tengah. Melalui kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi, Dinas Kesehatan, serta Angels Initiative Indonesia, diharapkan kemampuan penanganan stroke dapat terus diperluas hingga ke seluruh daerah sehingga masyarakat memperoleh layanan yang cepat, berkualitas, dan merata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....