Puluhan Calon Paskibraka Kalteng Mendapatkan Edukasi Kebangsaan
- 06 Agt 2026 20:31 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID ,Palangka Raya - Puluhan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Kalimantan Tengah mulai menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan selama 14 hari. Selain dipersiapkan secara fisik dan mental, para peserta juga dibekali wawasan kebangsaan sebagai bekal menjadi Duta Pancasila Paskibraka Indonesia.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melakukan pembentukan karakter menjadi fokus utama dalam pelatihan Calon Paskibraka Tahun 2026. Para peserta diharapkan mampu menjalankan tugas pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penuh disiplin, tanggung jawab, dan dedikasi.
Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Tengah, M Rus'an, mengatakan setelah menyelesaikan tugas sebagai Paskibraka, para peserta akan mengemban peran sebagai Duta Pancasila Paskibraka Indonesia. Peran tersebut menjadi amanah untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda di daerah masing-masing.
"Seluruh peserta akan menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan selama 14 hari dengan pendampingan tim kesehatan. Peserta berasal dari 14 kabupaten dan satu kota di Kalimantan Tengah, sehingga seluruh kebutuhan selama masa karantina dipastikan mendapat pengawasan, termasuk kondisi kesehatan para peserta," ucapnya, Selasa, 4 Agustus 2026.
Rus'an menjelaskan, materi pelatihan tidak hanya berfokus pada kesiapan fisik, tetapi juga pembinaan mental, intelektual, dan wawasan kebangsaan. Pembekalan tersebut melibatkan berbagai pihak, di antaranya Ikatan Alumni Lemhannas (IKAL) serta unsur terkait, sehingga peserta memiliki pemahaman yang utuh mengenai nilai-nilai kebangsaan dan kepemimpinan.
Salah seorang calon Paskibraka asal Kabupaten Sukamara, Dafa Khadru Rasendria, mengaku antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Menurutnya, selain meningkatkan kesiapan fisik dan mental, karantina juga menjadi kesempatan untuk memperluas persahabatan dengan peserta dari berbagai kabupaten.
"Pengalaman ini, akan menjadi ilmu yang akan saya dibagikan kepada teman-teman di daerah setelah usai menjadi Paskibraka,” katanya.
Sementara itu, selaku pemateri alumni Lemhanas juga akademisi UMPR Palangka Raya, Sari Marlina, menyampaikan bahwa edukasi terkait wawasan kebangsaan diberikan sebagai bekal pemahaman calon paskibraka terhadap empat konsensus kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. "Semoga setelah diberi pembekalan adek-adek calon paskibraka ini dapat lebih berkembang pemahamannya terkait empat konsensus kebangsaan itu," ucapnya.
Sari optimis nilai-nilai konsensus tidak hanya dipahami selama pelatihan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga para Paskibraka dapat menjadi teladan sekaligus agen penguat persatuan dan kesatuan bangsa di lingkungan masing-masing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....