Cuaca Makin Panas Terik di Kobar, Udara Kering Bikin Riskan Kebakaran

  • 04 Agt 2026 05:05 WIB
  •  Palangkaraya
Poin Utama
  • Suhu udara Pangkalan Bun mencapai 36°C dengan kelembapan 49,47 persen. DLH Kobar beri peringatan bahaya dehidrasi serta peningkatan risiko karhutla!

RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat mengimbau masyarakat untuk mewaspadai ancaman dehidrasi serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring melonjaknya suhu udara di Pangkalan Bun hingga mencapai 36°C, Senin, 3 Agustus 2026.

Berdasarkan pemantauan Air Quality Monitoring System (AQMS) di Taman Kota Manis, tingkat kelembapan udara menyusut hingga 49,47 persen. Data tiga hari terakhir mencatat tren setiap kenaikan suhu 1°C memicu penurunan kelembapan udara hingga 5 persen.

Kepala DLH Kabupaten Kotawaringin Barat, Syahyani, menyampaikan bahwa perpaduan suhu terik dan udara kering sangat berbahaya bagi lingkungan maupun kesehatan fisik warga.

"Data AQMS Taman Kota Manis menunjukkan kondisi cuaca yang perlu diwaspadai. Suhu yang tinggi disertai kelembapan yang rendah membuat vegetasi dan bahan organik di alam lebih mudah mengering sehingga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran," ujar Syahyani.

Menghadapi cuaca ekstrem ini, masyarakat diminta mencukupi asupan air putih, membatasi aktivitas berat di bawah terik matahari siang, serta dilarang keras membakar sampah atau membuka lahan dengan api.

"Masyarakat diimbau tidak membakar sampah di lingkungan sekitar dan segera melapor ke pihak berwenang jika menemukan titik api agar penanganan bisa dilakukan sejak dini," ucap Syahyani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....