Jemput Bola ke Desa, Labkes Kobar Cek Kesehatan 72 Lansia Prolanis

  • 04 Agt 2026 02:52 WIB
  •  Palangkaraya
Poin Utama
  • UPTD Laboratorium Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat melaksanakan layanan jemput bola pemeriksaan laboratorium bagi 72 peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) pada Senin, 3 Agustus 2026.
  • Layanan ini merupakan hasil kolaborasi dengan UPTD Puskesmas Kumpai Batu Atas dan menyasar peserta BPJS Kesehatan penderita penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus.
  • Petugas laboratorium mengambil spesimen darah dan urine untuk memantau dan mendeteksi risiko komplikasi sejak dini bagi peserta program pengelolaan penyakit kronis.

RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Kesehatan (Labkes) Kabupaten Kotawaringin Barat memberikan layanan jemput bola pemeriksaan laboratorium bagi 72 peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Aula Desa Kumpai Batu Bawah, Senin, 3 Agustus 2026.

Layanan hasil kolaborasi dengan UPTD Puskesmas Kumpai Batu Atas ini menyasar peserta BPJS Kesehatan penderita penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus. Petugas mengambil spesimen darah serta urine untuk memantau risiko komplikasi sejak dini.

Pranata Laboratorium Kesehatan Ahli Pertama UPTD Labkes Kobar, Isromiarti, menyampaikan bahwa tantangan terbesar layanan lapangan ini adalah mengajak para lansia berkumpul di lokasi penanganan.

"Tantangan yang kami hadapi adalah menggerakkan peserta Prolanis untuk dapat berkumpul di Aula Desa Kumpai Batu Bawah. Sebagian besar peserta merupakan lansia yang memiliki keterbatasan mobilitas. Selain itu, ada peserta yang berhalangan hadir karena sedang musim panen maupun terkendala tidak memiliki transportasi menuju lokasi kegiatan," ujar Isromiarti.

Meski begitu, ia menegaskan pihak Labkes Kobar terus berkomitmen mendekatkan akses fasilitas kesehatan rutin hingga ke daerah pelosok desa.

Apresiasi tinggi datang dari Perawat Pustu Kumpai Batu Bawah, Teresiani. Kehadiran tim medis langsung ke desa dinilai sangat meringankan beban lansia yang kesulitan bertandang ke rumah sakit atau puskesmas.

"Kehadiran tim sangat membantu sehingga jumlah anggota Prolanis yang dapat menjalani pemeriksaan menjadi lebih banyak dibandingkan enam bulan sebelumnya," ucap Teresiani.

Sinergi antarfasilitas kesehatan ini diharapkan dapat memperluas cakupan deteksi dini penyakit kronis serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kotawaringin Barat secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....