Sekda Palangka Raya: Pemadaman Listik Menyebabkan PJU Alami Kerusakan

  • 04 Agt 2026 12:37 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pemerintah Kota Palangka Raya mengakui mengalami kerugian akibat pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Gangguan pasokan listrik tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada sistem Penerangan Jalan Umum (PJU) milik pemerintah daerah hingga menyebabkan sejumlah komponen mengalami kerusakan.

Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, mengatakan berdasarkan hasil koordinasi dengan PT PLN (Persero), pemadaman listrik tidak dapat dibatasi hanya pada titik-titik tertentu. Kondisi tersebut membuat jaringan PJU ikut terdampak setiap kali terjadi pemadaman maupun saat aliran listrik kembali normal.

"PJU sangat terdampak. Hasil koordinasi kita dengan pihak PLN memang mereka tidak dapat membatasi pemadaman sesuai dengan harapan kita untuk PJU. Terutama saat pemadaman yang tidak kita ketahui jadwalnya, ini berpengaruh pada sistem sehingga secara otomatis PJU tidak bisa menyala kembali, harus kita setting ulang dan bahkan ada komponen-komponen yang rusak," ujar Arbert, Senin, 3 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, pemadaman listrik yang terjadi secara mendadak mengakibatkan sistem pengendali PJU harus dikonfigurasi ulang setiap kali pasokan listrik kembali normal. Selain itu, lonjakan maupun gangguan pada sistem kelistrikan menyebabkan sejumlah komponen mengalami kerusakan sehingga memerlukan perbaikan bahkan penggantian.

Menurut Arbert, Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya saat ini masih melakukan pendataan terhadap seluruh titik PJU yang terdampak. Pendataan tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan sekaligus mengganti komponen yang sudah tidak dapat berfungsi akibat gangguan listrik.

"Sudah pasti ada kerugian. Cuma saat ini kita sulit untuk menghitung karena memang belum dapat diukur lokasi mana saja yang terdampak. Pihak Dinas Perhubungan masih melakukan pendataan terhadap titik-titik yang mengalami gangguan dan melakukan penggantian komponen yang rusak," katanya.

Hingga kini, Pemerintah Kota Palangka Raya belum dapat memastikan besaran kerugian yang ditimbulkan akibat kerusakan PJU karena proses pendataan masih terus berlangsung. Arbert menyebut laporan kerusakan terus bertambah seiring masih terjadinya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah. "Belum bisa disebutkan nominalnya karena datanya masih bergerak. Setiap hari masih ada pembaruan karena pemadaman listrik masih terjadi," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....