BPBD Palangka Raya Memetakan Empat Kecamatan Rawan Karhutla
- 04 Agt 2026 12:07 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya memetakan empat kecamatan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain memperkuat pengawasan di wilayah tersebut, BPBD juga mengantisipasi agar kobaran api tidak meluas hingga memasuki kawasan Taman Nasional Sebangau.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, mengatakan seluruh wilayah Kota Palangka Raya memiliki potensi mengalami karhutla, terutama pada musim kemarau. Meski demikian, terdapat empat kecamatan yang menjadi prioritas penanganan karena karakteristik lahannya yang lebih rentan terbakar.
"Kalau sebenarnya semua wilayah memiliki potensi kebakaran lahan. Tetapi yang menjadi perhatian ada empat kecamatan, yaitu Jekan Raya, Sebangau, Pahandut, dan Bukit Batu," ujar Hendrikus Satria Budi, Senin, 3 Agustus 2026.
Menurutnya, Kecamatan Sebangau menjadi salah satu wilayah yang paling sulit ditangani ketika terjadi kebakaran karena didominasi lahan gambut. Kondisi tersebut membuat api mudah merambat hingga ke lapisan bawah tanah sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dengan lahan mineral.
Selain memadamkan titik api baru, BPBD juga terus melakukan pembasahan di sejumlah lokasi bekas kebakaran, termasuk kawasan Hiu Putih Ujung. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan bara api yang masih tersimpan di bawah permukaan tanah tidak kembali memicu munculnya titik api baru.
BPBD juga meningkatkan pengawasan di kawasan yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Sebangau guna mencegah api melintasi badan jalan dan masuk ke kawasan konservasi. Budi menegaskan koordinasi dengan TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, serta instansi terkait terus diperkuat agar setiap kemunculan titik api dapat segera ditangani.
"Yang menjadi kekhawatiran Bapak Wali Kota adalah kalau api sampai menyeberangi jalan. Kalau itu terjadi, jangkauannya bisa masuk ke Taman Nasional Sebangau. Itu yang terus kami antisipasi bersama seluruh personel di lapangan," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....