Dinkes Palangka Raya Catat Kasus ISPA Naik Selama Musim Kemarau
- 31 Jul 2026 20:53 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya mencatat adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebesar 10 hingga 15 persen dalam dua pekan terakhir. Kenaikan tersebut diduga dipengaruhi perubahan cuaca serta mulai memburuknya kualitas udara akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinkes Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan, lonjakan kunjungan pasien ISPA masih berada pada kategori ringan dan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Meski demikian, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian karena berpotensi terus meningkat apabila kualitas udara semakin memburuk.
Riduan menjelaskan, perubahan cuaca dari kondisi normal menuju musim yang lebih panas umumnya memang diikuti peningkatan kasus gangguan pernapasan. Menurutnya, dalam kurun waktu sekitar dua minggu setelah perubahan cuaca, jumlah penderita ISPA biasanya mulai bertambah.
“Berdasarkan pemantauan kami, peningkatan kunjungan pasien ISPA saat ini masih berkisar antara 10 hingga 15 persen. Biasanya ketika terjadi perubahan cuaca dari kondisi normal menjadi lebih panas, dalam waktu sekitar dua minggu memang terjadi peningkatan kasus ISPA, namun kali ini kenaikannya belum terlalu signifikan,” ujar Riduan, Jum'at, 31 Juli 2026.
Meski kenaikan kasus belum tergolong tinggi, masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, maupun gangguan pernapasan lainnya. Penanganan sejak dini dinilai penting untuk mencegah kondisi semakin memburuk, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan.
Riduan mengimbau warga yang mengalami gejala ISPA agar segera memanfaatkan fasilitas layanan kesehatan yang tersedia. Menurutnya, Pemerintah Kota Palangka Raya telah menyiapkan jaringan pelayanan melalui 11 puskesmas, 43 puskesmas pembantu, serta sejumlah rumah sakit yang siap memberikan penanganan kepada masyarakat.
Selain memperkuat layanan kesehatan, Dinkes Kota Palangka Raya juga terus mengedukasi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap. Warga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak memiliki keperluan mendesak, serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna mengurangi risiko paparan asap karhutla.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....