Penanganan Cepat Distokia Simpanan Simental Selamatkan Induk Sapi dan Pedet
- 29 Jul 2026 00:59 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Pangkalan Bun – Petugas Reproduksi Ternak Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) berhasil menangani kasus kesulitan melahirkan (distokia) pada seekor indukan sapi Simental milik Devi, peternak asal Desa Lada Mandala Jaya, Senin, 27 Juli 2026.
Berkat penanganan medis yang cepat dari tim petugas reproduksi di lapangan, Suyatna dan Setyo Pramu, seekor anak sapi (pedet) Simental berjenis kelamin jantan berhasil dilahirkan dengan selamat.
Petugas Reproduksi Ternak Distan Kobar, Suyatna, menjelaskan bahwa indukan tersebut merupakan hasil program Inseminasi Buatan (IB) pada Oktober 2025 menggunakan semen beku unggul BBIB Singosari (bull Manhatan). Menurutnya, distokia terjadi akibat posisi kepala pedet yang terlipat di dalam kandungan sehingga menghambat proses persalinan normal.
"Kasus ini merupakan distokia dengan posisi kepala pedet terlipat. Kondisi tersebut memerlukan tindakan koreksi posisi janin serta bantuan penarikan secara hati-hati agar induk dan pedet tetap selamat. Alhamdulillah, berkat kerja sama petugas di lapangan, pedet Simental jantan berhasil dilahirkan dalam keadaan hidup dan sehat," ujar Suyatna.
Atas keberhasilan tersebut, Plt. Kepala Bidang Peternakan Distan Kobar, Muhammad Samsudin, memberikan apresiasi tinggi terhadap kesigapan dan dedikasi para petugas di lapangan. Ia mengimbau peternak agar tidak ragu melapor jika menjumpai kendala reproduksi serupa.
"Keberhasilan penanganan kasus distokia ini merupakan bukti dedikasi dan kompetensi petugas reproduksi ternak di lapangan. Kami mengapresiasi kerja keras Saudara Suyatna dan Setyo Pramu yang berhasil menyelamatkan induk maupun pedet. Kami juga mengimbau kepada seluruh peternak agar tidak sungkan menghubungi petugas reproduksi setempat apabila menemukan tanda-tanda kesulitan melahirkan ataupun keluhan kesehatan reproduksi pada ternaknya, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat," kata Samsudin.
Sebagai informasi, distokia atau gangguan persalinan pada ternak dapat dipicu oleh posisi janin yang tidak normal, ukuran pedet yang terlalu besar, hingga lemahnya kontraksi rahim. Penanganan cepat melalui koreksi posisi manual maupun tindakan bedah caesar oleh tenaga medis sangat menentukan keselamatan induk dan anak sapi.
Distan Kobar juga mengingatkan para peternak untuk senantiasa menjaga kecukupan gizi dan pakan induk bunting, guna menekan risiko komplikasi persalinan serta mengoptimalkan keberhasilan program swasembada daging di Kotawaringin Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....