Sejak Juni 66 Kejadian Karhutla di Palangka Raya, Upaya Mitigasi Ditingkatkan
- 24 Jul 2026 10:44 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Potensi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau di Kalimantan Tengah perlu terus diwaspadai masyarakat. Curah hujan yang semakin minim membuat vegetasi lebih mudah mengering sehingga risiko munculnya titik api di berbagai wilayah menjadi lebih tinggi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengatakan sejak awal Juni 2026 telah terjadi 66 kali kejadian karhutla. BPBD bersama berbagai pihak terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan agar potensi kebakaran dapat diminimalisir serta tidak meluas.
"Terhitung dari tanggal 1 Juni kemarin kita sudah ada kejadian sekitar 66 kali kejadian, dengan luasan yang terbakar itu 21,37 hektare. Dan ini yang menjadi tertinggi ini ada di Kecamatan Jekan Raya, selanjutnya ada di Kecamatan Pahandut, Kecamatan Sebangau, Kecamatan Bukit Batu," katanya, saat mengisi program Dialog Kentongan di Pro 1 RRI Palangka Raya, Selasa, 21 Juli 2026.
Sementara itu, Ketua Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana), Iyul, mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, pembukaan lahan dengan cara dibakar dapat memicu munculnya titik api yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
"Memang bersosialisasi tatap muka langsung ya dengan warga karena kami sebagai anggota Kaltana sudah kami petakkan di mana wilayah-wilayah yang rawan terbakar. Sudah tahu titik-titik api itu ya di mana tempatnya rawan yang sering yang sering terbakar karhutla," katanya.
Selain melakukan pemadaman, BPBD Kota Palangka Raya juga menggandeng relawan serta mendapat dukungan dari BPBD Provinsi Kalimantan Tengah dalam penanganan karhutla. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan titik api, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi seperti Kecamatan Jekan Raya dan Pahandut.
Pemerintah bersama relawan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan selama musim kemarau berlangsung. Peran aktif masyarakat dalam mencegah munculnya titik api menjadi kunci untuk mengurangi risiko karhutla serta melindungi lingkungan dan kesehatan warga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....