Pangdam Tinjau Pusdalops BPB-PK Kalteng Perkuat Sinergi dan Teknologi Karhutla
- 23 Jul 2026 23:46 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melalui pengawasan terpadu berbasis teknologi dan sinergi lintas sektor. Langkah tersebut diperkuat dengan kunjungan kerja Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Zainul Arifin, ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPB-PK Provinsi Kalteng di Palangka Raya.
Kedatangan Pangdam disambut langsung Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPB-PK Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib. Dalam kunjungan tersebut, Mayjen TNI Zainul Arifin meninjau sistem pengendalian dan pemantauan karhutla yang mengintegrasikan data sebaran titik panas (hotspot) dengan jaringan kamera CCTV yang terpasang di sejumlah wilayah rawan kebakaran. Sistem tersebut memungkinkan pemantauan kondisi lapangan secara real-time sebagai dasar pengambilan keputusan yang cepat.
Mayjen TNI Zainul Arifin menegaskan bahwa keberhasilan penanganan karhutla sangat bergantung pada keterpaduan data serta respons cepat seluruh pihak di lapangan. Menurutnya, ancaman kebakaran di Kalimantan Tengah tidak dapat ditangani secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara TNI, BPB-PK, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat.
"Penanganan karhutla di Kalimantan Tengah tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus ada kolaborasi yang solid antara TNI, BPB-PK Kalteng, kepolisian, dan seluruh elemen masyarakat. Melalui pemantauan CCTV dan data terintegrasi di Pusdalops ini, kita bisa mendeteksi titik api lebih cepat dan langsung menerjunkan tim gabungan ke lokasi," ujarnya, Kamis, 23 Juli 2026.
Pangdam juga memastikan jajaran Babinsa akan terus memperkuat patroli terpadu bersama Satgas Karhutla dan Masyarakat Peduli Api (MPA) di wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan deteksi dini sekaligus mempercepat penanganan sebelum api meluas, terutama di kawasan lahan gambut yang sangat rentan terbakar pada musim kemarau.
Sementara itu, Kalaksa BPB-PK Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi yang selama ini terjalin bersama TNI dalam penanggulangan karhutla. “Kolaborasi antara sistem pemantauan digital yang dikelola BPB-PK dengan kesiapan personel TNI di lapangan menjadi faktor penting dalam menciptakan respons yang cepat, efektif, dan terukur terhadap setiap potensi kebakaran,”katanya.
Ahmad Toyib juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan. Ia menegaskan, Pusdalops-PB BPB-PK Kalteng disiagakan selama 24 jam untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyuplai informasi terkini kepada seluruh Satgas Karhutla di kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah, sehingga upaya pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secara optimal. (/Edt : Ek
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....