BPBD Palangka Raya Catat 26 Kejadian Kebakaran Lahan Sejak Masuki Kemarau

  • 19 Jul 2026 21:28 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 26 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi sejak memasuki musim kemarau 2026. Dari seluruh kejadian tersebut, total luasan lahan yang terbakar mencapai sekitar 11,5 hektare.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Budi Hendrikus Satria Budi, mengatakan kejadian karhutla tersebar di seluruh kecamatan di Kota Palangka Raya. Namun, jumlah terbanyak terjadi di Kecamatan Jekan Raya dan Kecamatan Pahandut.

“Total luasan yang sudah terjadi itu ada 11,5 hektare dengan total kejadian 26 kejadian. Semua terdapat di masing-masing kecamatan, yang paling banyak memang ada di Kecamatan Jekan Raya, kemudian Pahandut,” ujarnya, Sabtu, 18 Juli 2026.

Menurut Budi, sebagian besar kebakaran diduga berasal dari lahan milik masyarakat yang dibuka kemudian dibiarkan hingga terbakar. Selain itu, sejumlah kejadian juga ditemukan di kawasan rawa yang kerap menjadi lokasi aktivitas masyarakat, seperti memancing.

“Yang terjadi saat ini banyak terjadi di lahan masyarakat yang memang sengaja dibuka kemudian dibiarkan terbakar. Ada juga beberapa kejadian di area rawa yang memang menjadi tempat masyarakat memancing,” katanya.

Ia menjelaskan, penanganan karhutla di kawasan rawa menghadapi tantangan tersendiri karena lokasi yang sulit dijangkau serta keterbatasan sumber air. Salah satu kejadian yang cukup menyita perhatian terjadi di kawasan Jalan Danau Rangas, dengan luasan kebakaran yang cukup besar dan akses menuju titik api yang mengharuskan petugas menempuh perjalanan hampir satu kilometer.

“Salah satu kejadian kemarin yang ada di Jalan Danau Rangas itu cukup luas. Teman-teman harus masuk ke dalam dengan jangkauan jalan hampir satu kilometer dan sumber airnya susah,” katanya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, BPBD Kota Palangka Raya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna memperoleh dukungan penanganan melalui jalur udara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....