Tingkatkan Literasi Keuangan, MES Kobar Gelar Sekolah Pasar Modal Syariah

  • 18 Jul 2026 05:05 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) terus mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat. Langkah ini diwujudkan melalui pembukaan Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS) yang diselenggarakan oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Kobar di Aula Sangga Banua, Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Kobar, Suyanto, yang hadir mewakili Bupati.

Edukasi keuangan ini diikuti sekitar 125 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari dosen perguruan tinggi, tenaga pendidik, mahasiswa, pelajar, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga masyarakat umum. SPMS digelar sebagai upaya konkret meningkatkan pemahaman publik tentang mekanisme investasi berbasis syariah di daerah setempat.

Ketua Umum Pengurus Daerah MES Kabupaten Kotawaringin Barat, Syahruddin, dalam laporannya menyampaikan pelaksanaan SPMS merupakan hasil kolaborasi antara MES Kobar, MES Kalimantan Tengah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Tengah.

“Melalui Sekolah Pasar Modal Syariah ini, kami berharap masyarakat semakin memahami instrumen investasi yang sesuai dengan prinsip syariah. Literasi keuangan yang baik akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing,” ujar Syahruddin.

Ia menjelaskan, pasar modal syariah kini menjadi alternatif investasi yang kian diminati masyarakat seiring meningkatnya kesadaran terhadap penggunaan produk yang sesuai dengan syariat Islam. Oleh sebab itu, edukasi berkelanjutan dinilai krusial agar masyarakat dapat mengambil keputusan investasi secara tepat dan aman.

Sementara itu, Wakil Bupati Kobar, Suyanto, menyampaikan apresiasi tinggi kepada BEI, OJK, dan seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, SPMS merupakan langkah nyata dan strategis dalam membangun masyarakat Kotawaringin Barat yang cerdas dan mandiri secara finansial.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bursa Efek Indonesia, OJK, serta seluruh pihak penyelenggara yang telah menginisiasi kegiatan edukatif ini. Ini adalah langkah nyata dan strategis dalam membangun masyarakat Kotawaringin Barat yang cerdas dan mandiri secara finansial,” katanya.

Suyanto menuturkan, di era modern saat ini, investasi bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk mempersiapkan masa depan yang mapan. Namun, minat investasi yang tinggi harus dibarengi dengan literasi keuangan yang kuat agar masyarakat mampu memilah produk investasi yang legal.

“Literasi keuangan yang kuat adalah benteng utama kita. Melalui edukasi seperti ini, masyarakat diajak untuk cerdas membedakan mana investasi yang benar-benar logis dan legal, serta terhindar dari jeratan investasi bodong maupun pinjaman online ilegal yang merugikan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Suyanto menerangkan pasar modal syariah menawarkan beragam instrumen seperti saham syariah, reksa dana syariah, hingga sukuk yang diawasi ketat oleh OJK dan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Aktivitas investasi ini dipastikan terbebas dari unsur riba, gharar (ketidakpastian), dan maysir (judi).

Mengakhiri sambutannya, Suyanto mengajak seluruh peserta untuk mulai mengambil langkah nyata dalam berinvestasi tanpa harus menanti modal besar.

“Berinvestasi tidak harus menunggu modal yang besar. Mulailah secara konsisten dari jumlah yang kecil dan terukur. Semoga melalui kegiatan ini lahir investor-investor baru yang mampu berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat Kotawaringin Barat,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....