Fairid Naparin Ingatkan Warga Waspada Penawaran Peluang Kerja di Luar Negeri
- 06 Jul 2026 22:45 WIB
- Palangkaraya
“Pada intinya TPPO ini kebanyakan berawal dari dunia digital. Karena itu masyarakat harus bijak menggunakan media sosial maupun platform digital lainnya,” kata Fairid, Sabtu, 4 Juli 2026.
Pernyataan itu disampaikan Fairid saat menanggapi kasus yang menimpa Supiat (21), warga Kabupaten Barito Selatan. Korban sebelumnya dijanjikan pekerjaan di Malaysia, namun kenyataannya justru dibawa ke Kamboja dan dipaksa bekerja sebagai pelaku penipuan daring (scammer).
Menurut Fairid, pelaku TPPO umumnya menggunakan berbagai cara untuk meyakinkan calon korban. Modus yang paling sering dilakukan adalah menawarkan pekerjaan dengan iming-iming gaji tinggi, fasilitas menarik, serta proses keberangkatan yang terlihat mudah dan cepat.
“Kalau ada penawaran pekerjaan, biasanya diawali dengan janji-janji manis. Jangan langsung percaya. Kalau ada tawaran penghasilan besar tanpa bekerja keras, itu sudah sepatutnya kita curigai,” ujarnya.
Fairid mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi setiap informasi lowongan kerja, terutama yang menawarkan pekerjaan di luar negeri. Ia juga mengajak masyarakat berkonsultasi dengan instansi berwenang atau pihak terkait sebelum mengambil keputusan, sehingga dapat terhindar dari praktik TPPO yang merugikan dan membahayakan keselamatan korban.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....