Wali Kota Palangka Raya Resmikan Pusdiklat Gedung Buddhis Sikkhapana Mahametta

  • 06 Jul 2026 20:31 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin meresmikan Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Buddhis Sikkhapana Mahametta yang berlokasi di Jalan Wortel, Kota Palangka Raya, Sabtu, 4 Juli 2026. Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Palangka Raya bersama Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama Republik Indonesia, Supriyadi, serta Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia, YM Bhikkhu Sri Shubapanno Mahathera.

Dalam sambutannya, Fairid Naparin menyampaikan bahwa peresmian Gedung Sikkhapana Mahametta ini merupakan momentum yang membahagiakan, tidak hanya bagi umat Buddha, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kalimantan Tengah.

“Kehadiran pusat pendidikan dan pelatihan ini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun manusia yang berkarakter, berakhlak mulia, memiliki kebijaksanaan, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Dhamma dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ucapnya.

Dikatakannya, Saddhā atau keyakinan dalam ajaran Buddha bukan sekadar praktik ritual keagamaan, melainkan menjadi landasan moral yang melahirkan perilaku luhur, seperti kasih sayang, kejujuran, kesederhanaan, serta tanggung jawab sosial. Karena itu, lanjutnya, keberadaan Pusdiklat ini memiliki peran strategis dalam membina umat agar semakin memahami ajaran Buddha secara utuh dan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan tersebut, Fairid juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan gedung tersebut. Dia menilai sinergi antara pemerintah, tokoh agama, yayasan, para donatur, dan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam membangun kehidupan umat dan bangsa.

“Palangka Raya merupakan rumah bersama bagi masyarakat yang majemuk. Keberagaman agama, suku, budaya, dan adat istiadat bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang harus dijaga dan dirawat bersama. Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....