Pemko Palangka Raya Perkuat Kolaborasi Penanganan Stunting

  • 27 Jun 2026 11:15 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pemerintah Kota Palangka Raya terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Berbagai program intervensi dijalankan mulai dari edukasi kesehatan, pendampingan keluarga, hingga pemantauan tumbuh kembang anak di tingkat layanan dasar.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan penanganan stunting dilakukan melalui edukasi kesehatan di puskesmas dan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak yang membutuhkan. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan berat badan sekaligus memperbaiki status gizi anak.

Selain penanganan stunting, Dinas Kesehatan juga mendorong pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan program MBD sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan serta pencegahan penyakit sejak dini. Melalui puskesmas dan pustu, masyarakat terus mendapatkan layanan kesehatan sekaligus edukasi agar lebih aktif menjaga kesehatan keluarga.

Riduan menegaskan penurunan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Menurutnya, dibutuhkan sinergi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar berbagai program berjalan lebih optimal.

"Dukungan lintas sektor perlu dilakukan agar program penurunan stunting berjalan optimal, termasuk memastikan edukasi terkait pola hidup bersih dan sehat, sanitasi, serta pemenuhan gizi anak dapat diterapkan di masyarakat," kata Riduan, Kamis, 25 Juni 2026.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Disdalduk KB P3A) Kota Palangka Raya, dr. M. Fitrianto Leksono, mengatakan upaya pencegahan stunting dimulai sejak sebelum kehamilan. Sebanyak 678 Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang tersebar di 30 kelurahan dikerahkan untuk memberikan edukasi kepada calon pengantin.

Menurut Fitrianto, pendampingan tersebut bertujuan membekali pasangan dengan pengetahuan mengenai pola asuh, pemenuhan gizi, serta pentingnya menjaga kesehatan sebelum memasuki masa kehamilan. Dengan demikian, risiko melahirkan anak stunting diharapkan dapat ditekan sejak dini.

Selain menyasar calon pengantin, program pencegahan stunting juga difokuskan kepada ibu hamil melalui kolaborasi Dinas Kesehatan, puskesmas, dan rumah sakit. Ibu hamil didorong menjalani pemeriksaan kehamilan minimal enam kali, termasuk pemantauan gizi, pemberian vitamin, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Pemantauan tumbuh kembang anak juga diperkuat melalui sekitar 160 posyandu yang tersebar di Kota Palangka Raya. Pemerintah kota turut melibatkan pelajar peduli stunting, Duta Generasi Berencana, Forum Anak, serta mahasiswa dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....