DPKUKMP Palangka Raya Sidak LPG 3 Kilogram, Temukan Harga Pangkalan di Atas HET

  • 24 Jun 2026 22:47 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DPKUKMP) melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap penjualan LPG subsidi 3 kilogram di sejumlah pangkalan dan pengecer. Sidak dilakukan untuk memastikan distribusi dan harga LPG bersubsidi tetap sesuai ketentuan serta tidak memberatkan masyarakat.

Kepala Bidang Perdagangan DPKUKMP Kota Palangka Raya, Fajar Bakti, mengatakan bahwa sidak yang dilakukan tim gabungan ini menemukan harga LPG 3 kilogram di tingkat pengecer berkisar antara Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per tabung. Meski demikian, harga tersebut masih jauh di bawah informasi yang beredar di media sosial yang menyebutkan LPG subsidi dijual hingga Rp50 ribu sampai Rp60 ribu per tabung.

“Pemerintah daerah tetap mengimbau para pengecer, agar menjual LPG dengan harga yang wajar demi menjaga keterjangkauan bagi masyarakat,” ucapnya, Rabu, 24 Juni 2026.

Sidak LPG di tingkat pangkalan menunjukkan sebagian pangkalan mengaku menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp22 ribu per tabung. Namun, petugas juga menerima laporan dari masyarakat yang menyebutkan masih ada pangkalan yang menjual LPG 3 kilogram dengan harga Rp25 ribu hingga Rp28 ribu per tabung.

“Temuan tersebut menjadi perhatian untuk dilakukan evaluasi bersama agar seluruh pangkalan mematuhi ketentuan harga yang telah ditetapkan,” ujarnya. DPKUKMP Palangka Raya menegaskan tidak memiliki kewenangan memberikan sanksi langsung kepada pangkalan karena pengawasan lebih lanjut berada di bawah mekanisme yang melibatkan Pertamina, agen, dan pihak terkait lainnya.

Meski demikian, masyarakat diminta aktif melaporkan jika menemukan pangkalan yang menjual LPG subsidi jauh di atas ketentuan. Laporan yang disertai identitas pangkalan dan informasi harga akan menjadi bahan pembinaan dan koordinasi bersama guna menjaga ketersediaan serta keterjangkauan LPG subsidi bagi masyarakat.

Sales Branch Manager Kalteng IV Gas PT Pertamina Patra Niaga, Hadyan Yuhridza, saat mendampingi DPKUKMP Kota Palangka Raya melakukan sidak gas LPG di 3 lokasi memastikan ketersediaan LPG subsidi 3 kilogram di Kota Palangka Raya dalam kondisi aman. Namun ia mengakui sejumlah pangkalan yang menjadi lokasi inspeksi mendadak (sidak) tampak belum memiliki stok pada saat kunjungan.

“Untuk kekosongan stok di beberapa pangkalan terjadi karena proses distribusi yang masih berlangsung, karena jadwal berbeda-beda, mulai dari harian, mingguan hingga dua mingguan,” ucapnya.

Sementara Kepala Bidang Ketertiban Umum (Kabid Tibum) Satpol PP Kota Palangka Raya, Ginanjar Adi Nugroho, menyampaikan pihaknya tetap memberikan teguran lisan kepada pangkalan LPG nakal menjual gas elpiji bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Petugas akan memberikan teguran bila menemukan adanya keterkaitan antara seorang penjual di kawasan Jalan Hasanudin dengan pemilik pangkalan yang sebelumnya, yang juga menjadi perhatian dalam pengawasan distribusi LPG bersubsidi.

Ginanjar Adi Nugroho mengatakan pihaknya masih mengedepankan pendekatan persuasif dengan meminta pemilik pangkalan untuk tidak menjual LPG melebihi HET yang telah ditetapkan. Meski demikian, usaha tersebut masih diperbolehkan beroperasi sambil menunggu hasil pemantauan lanjutan.

Ginanjar menegaskan, apabila ditemukan kembali pelanggaran atau terdapat laporan masyarakat terkait kenaikan harga yang tidak wajar, pihaknya akan melakukan pengawasan lebih ketat dan menindaklanjuti temuan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....