Dinas P3APPKB Kapuas Gelar DASHAT, Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

  • 24 Jun 2026 21:24 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Kuala Kapuas – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kabupaten Kapuas, melaksanakan kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Desa Sei Jangkit, Kecamatan Bataguh, Kuala Kapuas. Acara ini sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal bergizi, Senin, 22 Juni 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Keluarga (KBKS) Dinas P3APPKB Kabupaten Kapuas Harmi Sumilih, beserta staf, Kepala Puskesmas Pulau Kupang Yoethina, Ahli Gizi Puskesmas Pulau Kupang Heppy Oktavia, Penyuluh KB Kecamatan Bataguh Endang Yulianti, Kepala Desa Sei Jangkit, Ketua TP PKK Desa Sei Jangkit, kader Posyandu, kader KB, Tim Pendamping Keluarga (TPK), ibu hamil, ibu baduta, ibu balita, serta para ayah yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Harmi Sumilih menyampaikan bahwa penanganan stunting merupakan salah satu prioritas pembangunan yang memerlukan sinergi dan kerja sama seluruh pihak. Melalui kegiatan DASHAT, masyarakat diberikan edukasi serta keterampilan dalam mengolah makanan bergizi dengan memanfaatkan bahan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam mewujudkan visi Kapuas Bersinar melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini,” katanya.

Selain itu, kegiatan DASHAT juga mendukung program nasional Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan, pemenuhan gizi, pendidikan, serta tumbuh kembang anak. Kehadiran para ayah dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan keluarga dalam upaya pencegahan stunting.

Pada kesempatan tersebut, Penyuluh KB Kecamatan Bataguh, Endang Yulianti, memberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) serta pemantauan pertumbuhan anak sebagai langkah strategis dalam mencegah stunting sejak dini.

Sementara itu, Ahli Gizi Puskesmas Pulau Kupang, Heppy Oktavia, memfasilitasi praktik pengolahan makanan bergizi berbahan dasar pangan lokal berupa bakso ikan patin dan nugget ikan patin. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajarkan cara mengolah bahan pangan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar menjadi makanan sehat, bergizi tinggi, dan disukai anak-anak.

Diharapkan para kader dan peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan menyebarluaskan informasi dan praktik baik yang diperoleh selama kegiatan. Dengan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, keluarga, dan masyarakat, upaya percepatan penurunan stunting di Kecamatan Bataguh dapat berjalan optimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....