Pemkab Kobar Salurkan Santunan untuk 1.125 Anak Yatim dan Disabilitas

  • 25 Jun 2026 03:35 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) resmi mencanangkan Gerakan Cinta Anak Yatim dan Disabilitas Tahun 2026 sebagai tonggak penguatan perlindungan sosial daerah. Agenda yang berpusat di Pendopo Rumah Jabatan Bupati pada Rabu, 24 Juni 2026 ini ditujukan untuk membumikan kepedulian kolektif serta menjamin masa depan anak-anak yatim dan penyandang disabilitas.

Hajatan kemanusiaan ini dihadiri langsung oleh Bupati Nurhidayah, bersama jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, hingga pimpinan instansi vertikal. Tak ketinggalan, gerbong perwakilan dunia usaha, sektor perbankan, tokoh lintas agama, serta para muzaki dan dermawan turut merapatkan barisan dalam menyukseskan gerakan mulia ini.

Dalam aksi nyata tersebut, pemda mendistribusikan santunan secara masif kepada 1.125 anak yatim dari berbagai latar belakang agama, baik muslim maupun nonmuslim. Penyerahan santunan digulirkan serentak pada sejumlah instansi pemerintah, Kementerian Agama, pesantren, serta lembaga amil zakat, yang dirangkai dengan penyaluran stimulus modal usaha bagi 7 pelaku UMKM mikro.

Saat menyampaikan pidato sambutannya, Bupati Nurhidayah melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kobar serta seluruh donatur yang bergotong royong menyokong dana operasi. Pihaknya menaruh harapan besar agar gerakan filantropi ini mampu berakar kuat menjadi budaya kepedulian sosial yang lestari di tengah dinamika masyarakat.

Menurut kacamata Nurhidayah, ketukan momentum bulan suci keagamaan ini harus dijadikan batu pijakan yang kokoh untuk mengasah kepekaan nurani terhadap sesama manusia yang hidup dalam keterbatasan. Melalui gerakan integratif ini, orang nomor satu di Kobar tersebut mengetuk hati publik untuk bahu-membahu memuliakan dan menjamin pemenuhan hak mereka.

“Gerakan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi komitmen bersama untuk mencintai, memperhatikan, dan melindungi anak yatim dan disabilitas yang ada di lingkungan masing-masing,” ujar Nurhidayah.

Sebagai bentuk penghormatan negara, prosesi acara juga diisi dengan penyerahan piagam penghargaan kepada sejumlah muzaki dan munfik yang konsisten menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah. Puncak acara ditutup dengan penyerahan dana santunan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim, penyandang disabilitas, serta paket pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Di samping pemenuhan hak dasar, forum ini efektif menjelma sebagai ruang silaturahmi yang strategis antara birokrasi, pelaku usaha, dan lembaga keagamaan dalam membangun jaring pengaman sosial. Otoritas Pemkab Kobar berharap kemitraan yang harmonis ini terus diperluas demi melahirkan program kesejahteraan masyarakat yang tepat sasaran dan berdampak langsung.

Melalui manifesto Gerakan Cinta Anak Yatim dan Disabilitas ini, Pemkab Kobar kembali menegaskan arah kebijakannya yang seimbang dalam menata masa depan daerah. Intervensi kebijakan tidak hanya bertumpu pada masifnya pembangunan infrastruktur fisik, melainkan menyentuh penguatan mental, spiritual, dan keadilan sosial yang berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....